Yumna Alya Hariyadhi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Reward dan Punishment dalam Perspektif Surat An-Nahl Ayat 41-43 Yumna Alya Hariyadhi; Sarwadi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.520

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep reward dan panisment dalam perspektif Al-Qur’an melalui surah An-Nahl 41-43 serta impliksinya bagi pendidikan islam . Ayat-ayat tersebut menggambarkan janji Allah berupa kehidupan yang baik di dunia dan pahala yang lebih besar di akhirat  bagi orang-orang yang berhijrah karena-Nya, disertai penegasan karakter sabar dan tawakal, serta perintah untuk bertanya kepada ahl al-dzikri ketika tidak mengetahui . Tujuan penelitian ini adalah  merumuskan kerangka teologis-edukatif tentang reward (thawab/targhib) dan punishment (‘uqubah/tarhib)yang berlandaskan pada ayat-ayat tersebut . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kepustakaan, menggunakan sumber data berupa kitab tafsir klasik dan kontemporer serta kajian mutakhir tentang reward-panisment dan targhib-thartib dalam pendidikan islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa An-Nahl 41-43 menghadirkan  reward bukan sekadar kompensasi material ,tetapi janji perlindungan, perjuangan bermakna, dan keberhasilan eskatologis; sedangkan punishment  hadir dalam bentuk ancaman historis dan konsekuensi moral bagi penindasan dan penolakan wahyu. Secara edukatif, ayat-ayat ini menegaskan bahwa reward dan punishment harus benilai, roposional, tidak destruktif, serta terintegrasi dengan pembinaan sikap sabar, tawakal, dan penghormatan terhadap otoritas keilmua. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep reward dan punishment  berbasis Al-Qur’an dapat. Menjadi kerangka normatif bagi praksis pendidikan islam yang lebih manusiawi dan transformatif.
The Role of Islamic Religious Education in Shaping Anti-Hoax Attitudes and Wise Digital Literacy in STITMA Yogyakarta Female Students Nayaka Nafisa Ahmad; Warni Mukti; Yumna Alya Hariyadhi; Widyaningtyas Kusuma Wardani
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3290

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in shaping anti-hoax attitudes and wise digital literacy among female students at STITMA Yogyakarta. This study uses a qualitative approach with case study and phenomenology methods. Data were collected through in-depth interviews and observations of female students in the Islamic Religious Education Study Program, supported by library data as secondary sources. The results show that Islamic Religious Education plays a significant role in shaping anti-hoax attitudes through the internalization of Islamic values, particularly tabayyun, the prohibition of slander and gossip, trustworthiness, and moral responsibility in digital media. These values encourage female students to be critical, verify information, and refrain from spreading unconfirmed information, including religious hoaxes. However, this study also found challenges in the form of the rapid flow of digital information and limited critical digital literacy skills. Therefore, strengthening digital literacy based on Islamic Religious Education values through contextual learning and applicable educational programs is an important requirement in building ethical and responsible digital behavior.