Pemahaman konsep geometri pada siswa Sekolah Dasar (SD) masih rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Di sisi lain, budaya Lampung kaya akan unsur geometri, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi etnomatematika dalam budaya Lampung sebagai dasar pengembangan modul pembelajaran geometri berbasis Augmented Reality (AR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok terarah (FGD) pada tiga objek budaya: Menara Siger, Rumah Adat Lamban Dalom, dan motif kain Tapis. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahap: reduksi data dilakukan dengan memilah informasi relevan dari hasil observasi, wawancara, dan FGD; penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi, tabel, dan matriks identifikasi konsep geometri; verifikasi temuan dilakukan melalui triangulasi data untuk menarik kesimpulan yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek budaya Lampung mengandung berbagai konsep geometri, seperti bangun datar dan ruang, simetri, serta transformasi geometri. Temuan ini mendukung integrasi etnomatematika dan AR sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri secara kontekstual dan interaktif. Berdasarkan tujuan penelitian, hasil ini memberikan rekomendasi awal untuk pengembangan modul pembelajaran berbasis AR yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan konteks budaya lokal dan kebutuhan siswa SD.