Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep pendidikan Islam dalam penguatan sikap gotong royong pada masyarakat penggerak UMKM di Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program PPK Ormawa 2024 yang berfokus pada manajemen usaha menggunakan pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan Adalah memudarnya semangat gotong royong akibat pengaruh modernisasi dan meningkatnya individualisme ekonomi. Pelatihan manajemen usaha diberikan kepada masyarakat penggerak UMKM tas anyaman dan batik dengan tujuan meningkatkan kapasitas manajerial sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Islam seperti ta’awun (tolong-menolong), ukhuwah (persaudaraan), syura (musyawarah), dan amal jama’i (kerja kolektif). Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan teknis masyarakat penggerak UMKM, memperkuat semangat kerja kolektif, serta mendorong praktik ekonomi yang berlandaskan etika Islam. Selain itu, kolaborasi antar penggerak UMKM semakin meningkat, terlihat dari praktik saling berbagi fasilitas produksi dan kerja sama dalam memenuhi pesanan besar. Penelitian ini menyimpukan bahwa integrasi konsep pendidikan Islam dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif dalam memperkuat nilai gotong royong serta mendukung keberlanjutan UMKM desa secara sosial, spiritual, dan ekonomis. Abstract This study aims to examine the implementation of Islamic education values in strengthening the spirit of mutual cooperation (gotong royong) among MSME actors in Talunombo Village, Sapuran District, Wonosobo Regency. The program was conducted through the 2024 PPK Ormawa initiative, which focused on entrepreneurship management training using the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) approach. The main issue identified was the declining culture of mutual cooperation due to modernization and rising economic individualism. The training targeted woven-bag and batik MSME groups, aiming to enhance managerial skills while internalizing Islamic values such as ta’awun (mutual assistance), ukhuwah (brotherhood), syura (consultation), and amal jama’i (collective work). Findings indicate that the program successfully improved technical abilities, strengthened collective work ethics, and promoted economic practices rooted in Islamic morality. Collaboration among MSME actors increased significantly, demonstrated by shared production resources and cooperative efforts in fulfilling large orders. The study concludes that integrating Islamic educational concepts into community empowerment programs is effective in reinforcing mutual cooperation and supporting sustainable MSME development socially, spiritually, and economically.