Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL SISTEM CALL CENTER PADA UNIVERSITAS TRISAKTI Zuhdi, Ahmad
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Call center is a common term for telephone-based human-service operation, currently hasbeen integrated with we enabled services. This paper will present, how to develop model foruniversity call center, to improve and fulfill the best services for all it stakeholder. Systemdevelopment begins with web based campus portal, since its complexity of the businessprocess on current system.Keyword: call center, business process analysis, system model.
Ajaran Tasawuf Karim Jamak dalam Membentuk Karakter Jam’iyatul Islamiyah Kerinci Zuhdi, Ahmad
Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 29, No 2 (2014)
Publisher : Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abdul Karim Jamak telah berupaya mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam historiografi keagamaan di Kerinci. Sebagai guru agama, Ia memiliki harapan dan cita-cita mengembangkan dakwah Islam. Cita-cita dan harapan itu juga dimanifestasikan dengan mendorong perubahan masyarakat Kerinci, dari “kuno”, “statis” dan “berlatarbelakang rendah” ke arah “modern”, yaitu masyarakat yang mengamalkan Islam secara kaffah. Abdul Karim Jamak juga bersikap hati-hati dalam menyampaikan materi dakwah. Ia sadar bahwa jika salah dalam memberi bimbingan, maka resiko yang ditanggung bukan saja terhadap manusia melainkan juga kepada Allah SWT. Upaya Karim Jamak menyampaikan ilmu agama kepada jamaahnya telah mengupayakan memenuhi standard benar seperti yang dituntut Islam, jauh dari kesalahan, bersih dalam syariah, benar dalam akidah asli yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Tulisan ini hendak mengurai lebih mendalam ajaran tasauf dari Abdul Karim Jamak, yang walaupun dianggap kontroversi oleh sebagian orang, tetapi di sisi lain ajarannya tentang tasauf patut diresapi sebagai bagian dari sejarah keIslaman orang Kerinci secara khusus dan Jambi secara umum
PERBANDINGAN KINERJA HASIL PENAJAMAN CITRA DENGAN PIXEL PROCESSING DAN ADOBE PHOTOSHOP 7.0 Zuhdi, Ahmad; Erman, Alfiandi
TEKNOINFO Vol 1, No 1 (2007): Voı. 1. No, 1 Januari 2007
Publisher : TEKNOINFO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital Image Processing represents the use of computer resources to perform correct transformation in order to produce image appearance that matching with user desire. Existing transformations have to be paid attention to, because the difference kind of transformation will influence the end result and effect that applied.This paper study to enlighten the digital image processing problem and application of a technique of Image Enhancement with Pixel Point Processing method and Pixel Group Processing method in order to produce a new image appearance that is immeasurable yielded effect. The implementation of the method realized in development of The Digital Image Processing Work Bench. The observation of this Work Bench showed performance at the process of digital image processing that have been realized, at a set of collection of data in image binding form. Evaluation of the tool performance had been conducted with a digital image processing program Adobe Photoshop 7.0, The Result of the comparison shows important improvement needs to be done for this Digital Image Processing Work Bench.
PENERAPAN MODEL KONSELING EGO DALAM MEMBANTU MENGATASI EGO YANG LEMAH UNTUK PESERTA DIDIK Zuhdi, Ahmad
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.603 KB)

Abstract

Konselor di sekolah memiliki peranan yang penting untuk membantu menangani masalah peserta didik yang bermacam-macam. Proses belajar mengajar yang secara terus menerus yang dilakukan oleh para siswa serta tekanan-tekanan baik dari dalam diri maupun dari lingkungannya untuk mencapai hasil belajar yang maksimal terkadang membawa siswa/siswi pada batas kemampuan jasmaniahnya, hal ini membuat peserta didik mengalami kejenuhan, keletihan dan kebosanan dalam belajar. Kegiatan konseling adalah usaha memperkuat “ego strength” atau yang disebut dengan kekuatan ego. Dengan demikian orang yang bermasalah adalah orang yang memiliki ego yang lemah. Misalnya orang yang penakut, rendah diri, banyak lemah, tidak bisa mengambil keputusan termasuk orang yang memiliki ego lemah. Dikatakan demikian adalah karena orang yang keadaannya seperti itu tidak dapat memfungsikan egonya secara penuh, baik untuk menggerakkan dirinya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya maupun untuk meraih keinginan-keinginannya. Pada umumnya masalah-masalah yang dialami individu diwarnai oleh kuat dan lemahnya ego tersebut.Bimbingan dan konseling di sekolah madrasah sebagai sarana untuk mengatasi masalah-masalah peserta didik yang kompleks mengharuskan guru bimbingan dan konseling untuk melakukan tindakan yang tepat dalam membantu menyelesaikan permasalahan peserta didik. 
PENYELERASAN KEBERHASILAN BELAJAR DENGAN PENDEKATAN TEOLOGI (AKIDAH) dan MORAL Zuhdi, Ahmad
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.098 KB)

Abstract

PENYELERASAN KEBERHASILAN BELAJAR DENGAN  PENDEKATAN TEOLOGI (AKIDAH) dan MORAL
AKHLAK YANG BURUK DALAM PERSPEKTIF ISLAM SERTA UPAYA PENGANGGULANGANNYA Zuhdi, Ahmad
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 14 No 1 (2018): Volume 14 Nomor 1 Juli 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.007 KB) | DOI: 10.32939/tarbawi.v14i1.255

Abstract

Akhlak yang senantiasa melekat pada prilaku seseorang menurut norma-norma atau penilaian  yang diberikan sesuai perbuatan yang dilakukan  tersebut. Perbuatan  itu ditentukan pula dengan kriteria-kriteria yang jelas apakah baik atau buruk. Akhlak secara umum merupakan segala bentuk  perbuatan yang memiliki ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas, yaitu perbuatan yang dilakukan atas kehendak dan kemauan. Kehendak dan kemauan yang dilakukan seseorang bila bertentangan dengan asas-asas ajaran Islam, yakni al-Quran dan Hadis Rasulullah SAW, maka tentu prilaku tersebut tergolong pada akhlak yang buruk. Prilaku yang buruk yang dilakukan oleh seseorang sebenarnya adalah karena ketidaksanggupan dirinya  mengontrol nafsunya, karena nafsunya sudah menguasai dirinya, disamping pemehaman dan pengertian baik baginya tidak jelas,  sehingga perbuatan buruklah yang dianggapnya baik.  Padahal prilaku buruk sebenarnya sangat membahayakan bagi dirinya dan juga masyarakat. Lemahnya kesadaran bagi seseorang yang melakukan perbuatan keji tentu akan memberikan danpak yang lebih buruk lagi. Semakin lama manusia itu membiarkan dirinya dikuasai syaitan, maka semakin jauhlah ia ddengan Allah SWT, maka semakin tebal pula hijab-hijab nafsu dihatinya, seterusnya menghilangkan harapan manusia itu untuk mema’rifatkan dirinya dengan Allah SWT
Sentiment Analysis from Twitter Regarding E-SIM Services by Smartfren Using the Naïve Bayes Classifier Method Bintang Sarrang, Jhody; Zuhdi, Ahmad; B Ariwibowo, Anung
Intelmatics Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/itm.v4i1.17620

Abstract

Smartfren is a provider of internet, mobile phone, and Android-IOS smartphones that offers faster and more affordable services in Indonesia. E-SIM is a digital SIM that enables the activation of cellular packages from network operators without the need for a physical nano-SIM. Smartfren provides E-SIM services, making it the first provider to offer this service. Consequently, numerous tweets discussing this provider have emerged, resulting in a substantial amount of Twitter data related to Smartfren. This data can be leveraged for sentiment analysis. However, the tweets often contain ambiguous or unrevealing information, making them challenging to be properly classified, especially when using the Naïve Bayes Classifier as the classification method, as observed in previous studies. Nevertheless, employing appropriate methods can generate highly valuable insights for relevant stakeholders. This research aims to analyze public opinion regarding the services provided by Smartfren, using the Naïve Bayes Classifier method. The study is intended to provide comprehensive analytical results for the related provider, allowing for a thorough understanding of the sentiment analysis. Keywords : Sentiment Analysis, Smartfren, Naïve Bayes
Implikasi Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Terhadap Institusi Pesantren PERSIS Zuhdi, Ahmad; Furqon, Muhammad; Safparudin, Safparudin; Hidayatullah, Yusuf; Marhamah, Marhamah
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2024): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v7i01.6122

Abstract

Pesantren mengalami pasang surut dalam mengembangkan kurikulum dan memertahankan eksistensinya di tengah berbagai model pendidikan yang ada. Bila dilihat secara menyeluruh, tentu saja kemajuan pesantren tergantung pada sejauh mana afirmasi pemerintah terhadap perkembangan dunia pendidikan pesantren. Dalam menjaga dan menjamin keberlangsungan pesantren menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, diperlukan sebuah regulasi khusus. Undang-Undang tentang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 menjadi jawaban atas afirmasi, fasilitasi, dan rekognisi pemerintah terhadap penyelenggaraan dan perkembangan pesantren. Melalui undang-undang tentang pesantren, pelaksanaan pendidikan pesantren menjadi bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan pendidikan nasional. Undang-undang tersebut mengatur kurikulum pendidikan, roadmap dakwah, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian tak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan pesantren.
PENDEKATAN DAKWAH WASATHIYYAH FORUM DAKWAH PERBATASAN (FDP) DALAM PEMBINAAN SAUDARA BARU DI WILAYAH PERBATASAN ACEH Fakhri, Fakhri; Fairus, Fairus; Zuhdi, Ahmad
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17221

Abstract

Abstract: The coaching of converts to Islam has been an important aspect in the border areas of Aceh Province. This program is conducted considering that the region is prone to silting of faith, drug abuse and negative influence of foreign culture, which could affect the faith and aqidah (creed) of Muslim residing in the border area. This issue becomes the background of this study in an attempt to figure out the approaches of dakwa wasathiyyah (moderate) carried out by the organization of Forum Dakwah Perbatasan (FDP) in implementing its coaching programs for the converts to Islam in the border area. This study employed qualitative approach, in which interview and document analysis were used for collecting the data. The result of this study shows that Forum Dakwah Perbatasan (FDP) has performed the Dakwa fundamentally and consistently within the framework of Islam Wasathiyyah to the Muslim society in the border and remote areas of Aceh. The da’i (callers to Islam) of FDP performed the dakwa in accordance with their vision, that Islamic dakwa should be developed based on the tenets of Islam Wasathiyyah. Among the tenets of Dakwa Wasathiyyah conducted by the FDP are; tawazzun, tawasshut, i’tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, and tathawwur wa ibtikar. While in implementing those dakwa programs, the FDP performed dakwa by using various approaches as follows: dakwa tauhid, social dakwa, transformative dakwa, and humanist dakwa. This study concluded that the FDP has greatly contributed and assisted in strengthening and coaching the aqidah of the converts to Islam in Aceh.Keywords: Dakwa Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Converts to Islam.Abstrak: Pembinaan saudara baru menjadi aspek penting di wilayah perbatasan Aceh. Mengingat kawasan tersebut rawan terjadinya pendangkalan akidah, peredaran narkoba dan pengaruh budaya asing yang dapat mempengaruhi keyakinan dan akidah umat Islam di perbatasan. Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji tentang gambaran pendekatan dakwah Wasathiyyah yang dilaksanakan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) dalam pembinaan berbagai program terhadap saudara baru di perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prinsipil dan komitmen Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah melakukan dakwah dalam kerangka Islam Wasathiyyah di kalangan umat Islam di perbatasan dan pedalaman Aceh. Para da'i Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menjalankan dakwah sesuai dengan visinya di mana  dakwah Islam selayaknya dikembangkan dengan konsep Islam Wasathiyyah.Adapun prinsip -prinsip Dakwah Wasathiyyah yang dilakukan Forum Dakwah Perbatasan (FDP), sebagai berikut: tawazzun, tawasshut, i'tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, dan tathawwur wa ibtikar. Dalam mengimplementasi program dakwah tersebut, Forum Dakwah Perbatasan (FDP) melakukan dakwah dalam berbagai pendekatan, di antaranya: dakwah tauhid, dakwah sosial, dakwah transformatif dan dakwah humanis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah memberikan kontribusi dan andil besar terhadap penguatan dan pembinaan akidah saudara baru di perbatasan Aceh.Kata Kunci: Dakwah Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Saudara Baru.
Thematic Learning Model for Islamic Religious Education in Madrasah Ibtidaiyah Ardinal, Eva; Destari, Dina; Irawan, Irawan; Zuhdi, Ahmad; Pranajaya, Syatria Adymas
Al-Hijr: Journal of Adulearn World Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/alhijr.v2i4.554

Abstract

During Mohammad Nuh's tenure as education minister in 2013, the KTSP 2006 curriculum was still in use. Because the 2006 KTSP was not in accordance with Law 20/2003 on National Education System, the education minister created a new curriculum, namely the 2013 curriculum. In this curriculum, the thematic learning model used for madrasah Ibtidaiyah emerged. This study aims to determine the thematic learning model of Islamic religious education in Madrasah Ibtidaiyah. The research method used is quantitative method, using a survey model that researchers use is google form and researchers also conduct in-depth interviews using WhatsApp. The results of the research that researchers found were that this thematic learning model was in accordance with the 2013 curriculum. The conclusion that researchers can draw from this research is that the thematic learning model of Islamic religious education is very helpful for students in the learning process at madrasah Ibtidaiyah. Limitations in thematic learning models include demanding relatively good learning abilities of students, both in academics and in the field of creativity, because thematic learning emphasizes students' ability to analyze. Therefore, the researcher hopes that future researchers can examine the thematic learning model of Islamic religious education at a more advanced level.
Co-Authors Admizal, Iril Ainul Yaqin Alfiandi Erman, Alfiandi Amanah, Yuni Ulfah Budi Aningrum, Astri Ardinal, Eva Aulia, Muhammad Azka Azizah, Nahdia Nur B Ariwibowo, Anung Baity, Lailia Nur Bintang Sarrang, Jhody Binti Solihah Caesar, M. Yusuf Costa, Tiago Deswita, Melda Dina Destari El Syam, Robingun Suyud Fachry Abda El Rahman Fahri Setiawan Fairus, Fairus Fakhri, Fakhri Farta Akhnuari, Dika Fatiatun, Fatiatun Fitri, Melta Asrina Gusfitriani, Beti H Nanda, Dendy Hadi Fitriansyah Hamzah, Muchotob Hariya Toni Helmin, Helmina Hidayatu Munawaroh, Hidayatu Hidayatullah, Yusuf Ikawati, Erna Indradewa, Rhian Irawan Irawan Jalwis Jarnawi Jarnawi Jasafat Khuluqi, Khusniatul Khusain, Moh Ali Kumala, Ana Labib, Hakki Akmal Linnaja, Ngathoillah Linnaja, Ngatoillah M. Agus Muhtadi Bilhaq Malintang, Jimmy Marhamah Marhamah Mariani, Mimi Marwan Marwan Masruroh, Wulan Sania Muhammad Mujiburrakhman Mulyarti Murdani, T Muzaki, Wildan Afthon Nadin, Annisa Nugroho, Muhammad Yusuf Amin Nurhalis Nuril Nuzulia NURUL FAIZAH Paryadi Paryadi, Paryadi Putri, Diti Artanti Utami Putri, Lusiana Rahmadani Rafidah, Naila Rahman, Rifqi Aulia Rambe, Aisyah Ronawan Rasmuin, Rasmuin Rasyidah Rasyidah Ratna Shofiati Rifqi Adi Nugraha Rini, Alefia Ronaldo, Ronaldo Rosyid, Muhammad Iqbal Safparudin, Safparudin Salamun, Ilham Sandy, Boy Dian Anugra Satria, Oga Sembiring, Rinawati Setyo Marandy, Yuniar Siti Annijat Maimunah Solichah, Novia Sunarko, Asep Syamsuddin AB, Syamsuddin Syamsudin, Fadly Syatria Adymas Pranajaya Ulfi Andrian Sari Utama Sp, Muhamad Septa Wibowo, Hariyadi Widiana, Divina Aufa Wijaya, Ryan Aji Yusuf, Fakhri Zuhriyah, Luthfiyatuz Zuhroh, Ni’matuz