Nur’aini, Hanifah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Waktu Luang Santriwati di Pondok Pesantren melalui Kegiatan Muhadharah Nur’aini, Hanifah; Munadi, Muhammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3056

Abstract

Waktu luang merupakan ruang penting yang harus dikelola secara bijak dan produktif, terlebih dalam perspektif pendidikan Islam yang menempatkannya sebagai anugerah sekaligus amanah yang menuntut pertanggungjawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimalisasi waktu luang santriwati melalui kegiatan muhadharah di Pondok Pesantren Masjid Jajar Surakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan musyrifah, santriwati, dan pembina asrama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muhadharah berfungsi sebagai media efektif dalam memanfaatkan waktu luang secara bermakna, melalui kegiatan yang mendorong pengembangan keterampilan berbahasa Arab, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta pembentukan karakter. Setiap tahapan kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya waktu. Evaluasi yang dilakukan oleh ustadzah dan musyrifah turut memperkuat proses pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi santriwati. Dengan demikian, optimalisasi waktu luang melalui muhadharah tidak hanya mendukung pengembangan diri santriwati, tetapi juga menjadi implementasi nyata dari prinsip manajemen waktu dalam Islam yang berorientasi pada pembentukan pribadi Muslim yang disiplin, produktif, dan tidak termasuk golongan yang merugi. Abstract Leisure time constitutes a crucial domain that must be managed wisely and productively, particularly within the framework of Islamic education, which regards it as both a blessing and a trust requiring accountability. This study aims to describe strategies for optimizing the leisure time of female students through muhadharah activities at Pondok Pesantren Masjid Jajar Surakarta. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews with the musyrifah, students, and dormitory supervisors, as well as documentation. The findings indicate that muhadharah serves as an effective medium for utilizing leisure time meaningfully, through activities that promote the development of Arabic language skills, communication abilities, creativity, and character formation. Each stage of the activity is designed to instill values of discipline, responsibility, and awareness of the importance of time. Evaluations conducted by the ustadzah and musyrifah further reinforce character education and the enhancement of students’ competencies. Thus, optimizing leisure time through muhadharah not only supports the personal development of female students but also represents a practical implementation of time management principles in Islam, aimed at cultivating disciplined, productive Muslims who do not belong to the group of those who incur loss.
Strategi Pengembangan Ekowisata Di Kawasan Inti Geopark Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin: Ecotourism Development Strategy in the Core Area of Geopark, Renah Pembarap Subdistrict, Merangin Regency Albayudi, Albayudi; Adriadi, Ade; Chairul, Muhammad; Aini, Yasri Syarifatul; Darsono, Beti Septiana; Nur’aini, Hanifah
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.51681

Abstract

ABSTRACT The Core Area of Merangin Geopark has high ecotourism potential based on its unique geological heritage, biodiversity, and local socio-cultural values. However, its development still faces various challenges that require appropriate and sustainable management strategies. This study aims to analyze the strategic position and formulate ecotourism development strategies in the Core Area of Merangin Geopark. The research employed a survey method by collecting primary data through observations, interviews, and questionnaires, as well as secondary data from literature reviews and relevant institutions. Data were analyzed using SWOT analysis through the development of IFAS and EFAS matrices. The results indicate that the ecotourism development position of Merangin Geopark falls within Quadrant II (ST strategy), suggesting that the area possesses strong internal strengths but faces considerable external threats. The recommended development strategy focuses on utilizing existing strengths to mitigate threats through strengthening conservation efforts, implementing zoning and carrying capacity management, enhancing environmental interpretation, and actively involving local communities in the management and monitoring of the area. This approach is expected to ensure the sustainability of natural resources and geological heritage while providing economic and social benefits for local communities.   Keywords: community-based management (CBM), ecotourism, geopark, SWOT analysis, ST strategy   ABSTRAK Kawasan Inti Geopark Merangin memiliki potensi ekowisata yang tinggi berbasis keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai sosial budaya masyarakat lokal. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata di Kawasan Inti Geopark Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari studi literatur dan instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pengembangan ekowisata Geopark Merangin berada pada Kuadran II (strategi ST), yang mengindikasikan bahwa kawasan memiliki kekuatan internal yang dominan namun dihadapkan pada ancaman eksternal yang cukup besar. Strategi pengembangan yang direkomendasikan menekankan pada pemanfaatan kekuatan kawasan untuk mengantisipasi ancaman melalui penguatan konservasi, penerapan zonasi dan daya dukung kawasan, peningkatan fungsi interpretasi lingkungan, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan warisan geologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.   Kata kunci: analisis SWOT, ekowisata, geopark, strategi ST, pengelolaan berbasis masyarakat