Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relasi Kuasa dalam Politik Ekonomi (Dominasi Masyarakat Tionghoa dan Lokal di Kabupaten Bone) Nusaid, Adi; Ariana; Armunanto, Ali
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2782

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana kontribusi ekonomi membentuk relasi kuasa antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat lokal di Kabupaten Bone, Indonesia, dalam perspektif ekonomi politik dan identitas etnik. Meskipun masyarakat lokal mendominasi institusi politik formal, masyarakat Tionghoa memainkan peran strategis dalam perekonomian daerah, khususnya pada sektor perdagangan serta usaha kecil dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kerja sama ekonomi membangun relasi kuasa dan integrasi sosial antara kedua kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi masyarakat Tionghoa menghasilkan relasi kuasa yang bersifat fungsional dan laten, yang dibangun atas dasar ketergantungan timbal balik, kepercayaan, dan jaringan ekonomi, bukan melalui dominasi politik. Kerja sama dalam perdagangan, hubungan kerja, dan sistem kredit informal memperkuat legitimasi sosial, modal sosial, serta integrasi lintas etnis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuasa dalam konteks ini bersifat menyebar dan produktif, dijalankan melalui praktik ekonomi sehari-hari dan nilai budaya lokal seperti sipakatau dan sipakalebbi. Penelitian ini berkontribusi pada kajian ekonomi politik dan ilmu sosial dengan menunjukkan bagaimana relasi kuasa berbasis ekonomi dalam konteks multikultural lokal mampu menciptakan stabilitas, kerja sama, dan kohesi sosial tanpa melahirkan dominasi hegemonik.