Teknologi pemindaian tiga dimensi (3D scanning) menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pembelajaran desain produk, reverse engineering, dan 3D printing. Namun, harga perangkat komersial yang relatif tinggi membatasi pemanfaatannya di laboratorium pendidikan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun scanner 3D berbiaya rendah di Laboratorium Elektronika Industri untuk memudahkan proses digitalisasi objek menjadi model 3D. Sistem dikembangkan menggunakan kamera 12 MP, meja putar berbasis motor stepper NEMA 17, mikrokontroler ESP32, serta perangkat lunak Meshroom dan Blender. Metode penelitian meliputi perancangan, implementasi, dan pengujian kinerja sistem. Hasil pengujian terhadap 20 objek menunjukkan tingkat keberhasilan rekonstruksi sebesar 95%, dengan waktu pemindaian rata-rata 4,8 menit dan waktu pemrosesan 12,6 menit per objek. Rata-rata galat dimensi yang diperoleh sebesar 1,82 mm (1,46%) dibandingkan ukuran sebenarnya. Validasi oleh tiga ahli memperoleh nilai 91,4% (sangat layak), sedangkan uji pengguna terhadap 30 mahasiswa menunjukkan tingkat kepuasan 89,7%, dengan 93,3% responden menyatakan sistem mempermudah proses desain objek 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scanner 3D yang dikembangkan layak digunakan sebagai media praktikum dan alternatif ekonomis bagi laboratorium pendidikan.