Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi ditandai oleh ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tingkat desa, rendahnya kesadaran masyarakat, serta praktik pembakaran terbuka yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas TPA alternatif berbasis teknologi Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku UMKM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga dan pelaku UMKM, serta pemantauan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah intervensi. Program dilaksanakan melalui pembangunan Rocket Stove, penyediaan fasilitas tempat sampah di area UMKM, serta edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan volume sampah berserakan di sekitar UMKM dari rata-rata 5 kg/hari menjadi 3 kg/hari, berkurangnya praktik pembakaran terbuka, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. Selain dampak teknis, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Inovasi TPA berbasis Rocket Stove terbukti berpotensi sebagai model teknologi tepat guna yang aplikatif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan dengan karakteristik serupa. Waste management problems in Soco Village, Jogorogo District, Ngawi Regency are characterized by the absence of a village-level landfill, low community awareness, and the widespread practice of open burning, which negatively affects environmental quality and public health. This community service program aimed to implement and evaluate the effectiveness of an alternative landfill based on Rocket Stove technology as an environmentally friendly waste management solution involving active participation from the community and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). A qualitative descriptive method with a participatory approach was employed, using field observations, interviews with residents and MSME actors, and environmental condition monitoring before and after the intervention. The program consisted of constructing a Rocket Stove facility, providing waste bins in MSME areas, and conducting education on waste segregation and management. The results showed a reduction in scattered waste around MSME locations from an average of 5 kg/day to 3 kg/day, a decrease in open burning practices, and improved community awareness regarding responsible waste disposal and management. Beyond technical outcomes, the program strengthened collaboration among students, village authorities, and local residents in environmental management efforts. The Rocket Stove–based alternative landfill demonstrates strong potential as an appropriate, sustainable, and replicable technology model for waste management in rural areas with similar characteristics.