Students often face various academic and non-academic demands that have the potential to trigger stress and reduce their subjective well-being or life satisfaction. Although emotional intelligence theoretically plays an important role in managing psychological stress, specific research on its dynamics in Psychology students at Aisyiyah University Yogyakarta still needs to be explored further. This study aims to empirically examine the relationship between emotional intelligence and subjective well-being in active students in their third, fifth, and seventh semesters. Using a quantitative approach with a correlational design, the study involved 112 respondents selected through cluster random sampling. Data were collected using an online questionnaire based on Goleman's emotional intelligence dimensions and Diener's well-being aspects, then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.964 with a significance level of 0.000, indicating a very strong and significant positive relationship between the two variables. These findings conclude that the greater a student's ability to recognize and manage their emotions, the higher their perceived level of subjective well-being. Therefore, integrating emotional intelligence development into the academic environment is highly recommended to support student mental health. ABSTRAK Mahasiswa kerap menghadapi berbagai tuntutan akademik dan nonakademik yang berpotensi memicu stres serta menurunkan subjective well-being atau kepuasan hidup mereka. Meskipun kecerdasan emosi secara teoritis berperan penting dalam mengelola tekanan psikologis, penelitian spesifik mengenai dinamikanya pada mahasiswa Psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta masih perlu digali lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosi dengan subjective well-being pada mahasiswa aktif semester 3, 5, dan 7. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian melibatkan 112 responden yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berbasis dimensi kecerdasan emosi Goleman dan aspek kesejahteraan Diener, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,964 dengan signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan mengelola emosinya, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Oleh karena itu, integrasi pengembangan kecerdasan emosi dalam lingkungan akademik sangat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.