Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS IDENTITAS DIRI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERDASARKAN TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL Syamsidar, Abdullah; Ariyanto, Dinda Larasati; Ishak, Junta Rachmayandy; Tuela, Muhammad Qioravansyah Drysa; Rahmadini, Shakilla; Oktaviani, Maya
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.2.150

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas diri siswa Sekolah Menengah Kejuruan berdasarkan teori perkembangan psikososial Erikson, khususnya tahap identity versus role confusion yang menjadi tugas perkembangan utama pada masa remaja. Kajian ini menelusuri bagaimana konsep diri, hubungan teman sebaya, dukungan sosial, serta dinamika lingkungan sekolah berkontribusi terhadap pembentukan identitas diri siswa di SMKN 51 Jakarta. Menggunakan metode cluster sampling, sebanyak 30 siswa berusia 16–19 tahun berpartisipasi sebagai responden melalui pengisian kuesioner psikososial yang dirancang untuk mengukur aspek identitas diri dan faktor-faktor psikososial yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki konsep diri positif, relasi sosial yang baik, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah cenderung menunjukkan identitas diri yang lebih matang, tercermin dari kemampuan memahami diri, mengenali minat dan potensi, serta merencanakan masa depan secara lebih terarah, baik dalam hal pendidikan lanjutan maupun pilihan karier. Sebaliknya, siswa yang menghadapi hambatan dalam hubungan sosial atau memiliki konsep diri negatif lebih rentan mengalami kebingungan identitas dan kesulitan dalam melakukan penyesuaian diri di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah yang suportif, termasuk peran guru, konselor, dan teman sebaya, sangat penting dalam memfasilitasi proses eksplorasi dan pembentukan identitas diri remaja. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan program yang mendorong refleksi diri, eksplorasi peran, serta penguatan hubungan sosial sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan psikososial siswa di pendidikan kejuruan. Abstract: This study aims to analyze the self-identity of Vocational High School students based on Erikson’s psychosocial development theory, particularly the stage of identity versus role confusion, which represents a central developmental task during adolescence. This research explores how self-concept, peer relationships, social support, and school environmental dynamics contribute to the formation of students’ self-identity at SMKN 51 Jakarta. Using a cluster sampling method, a total of 30 students aged 16–19 years participated as respondents by completing a psychosocial questionnaire designed to assess aspects of self-identity and the psychosocial factors influencing it. The findings indicate that students who possess a positive self-concept, maintain strong social relationships, and actively participate in school activities tend to demonstrate a more mature sense of identity, as reflected in their ability to understand themselves, recognize their interests and strengths, and develop clearer plans for their future in terms of continuing education or choosing a career path. Conversely, students who experience difficulties in social relationships or hold a negative self-concept are more vulnerable to identity confusion and face challenges in adjusting to the school environment. These results highlight the essential role of a supportive school environment—including the involvement of teachers, counselors, and peers—in facilitating the exploration and formation of adolescent identity. Therefore, schools need to implement programs that foster self-reflection, role exploration, and the strengthening of social relationships as part of efforts to support students’ psychosocial development in vocational education settings.