Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN GURU DAN SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA YANG BERORIENTASI PADA MASA DEPAN Alivia Salsabila; Isti’anah, Dhuhaa; Sabrina, Fadhilah; Zen, Iris Agripina; Hati, Rio Permata
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.62

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan Kurikulum Merdeka dalam mendukung pembelajaran berkelanjutan yang berorientasi pada masa depan. Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan kreativitas peserta didik dengan menempatkan mereka sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan kurikulum sebelumnya, seperti lebih sederhana, mendalam, efektif, dan interaktif, penerapannya di lapangan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan konsep Kurikulum Merdeka secara optimal, serta adaptasi siswa terhadap pola pembelajaran yang menuntut kemandirian dan partisipasi aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada peningkatan kompetensi guru, dukungan sarana prasarana, dan kesiapan siswa untuk belajar secara mandiri. Apabila hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi kurikulum jangka panjang karena mampu mengoptimalkan bakat peserta didik dan mendorong kontribusi mereka dalam berkarya bagi bangsa. Namun demikian, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan agar tujuan utama pendidikan tercapai. Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) in supporting sustainable learning oriented toward the future. The curriculum is designed to enhance students’ activeness and creativity by positioning them as the main subjects in the learning process, while teachers act as facilitators. Although it offers advantages over previous curricula—such as being simpler, more in-depth, effective, and interactive—its implementation in the field faces various challenges. The main challenge identified is the limited competence of teachers in understanding and applying the concepts of the Independent Curriculum optimally, as well as students’ adaptation to a learning pattern that requires independence and active participation. This research employs a qualitative approach with data collection methods including interviews and literature review. The analysis results indicate that the success of the Independent Curriculum largely depends on improving teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, and preparing students for independent learning. If these obstacles can be overcome, the Independent Curriculum has great potential to become a long-term curriculum because it optimizes students’ talents and encourages their contribution to national development. Nevertheless, every curriculum has its strengths and weaknesses; therefore, continuous evaluation and improvement are necessary to achieve the main goals of education.