Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Sosiodemografi dan Gaya Hidup terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Jakabaring Marlina, Devi; Ririn Noviyanti Putri; Nasrullah; Putri Amanda Irawan; Eka Safitri dayanti
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.249

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Faktor gaya hidup lainnya termasuk aktivitas fisik, pola makan, dan perilaku merokok Kadar glukosa darah meningkat pada orang yang menjalani gaya hidup aktif dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu aktif, merokok, dan bekerja sedentary. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko yang memengaruhi kejadian DM Tipe 2. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel studi ini yaitu aktivitas fisik, jenis kelamin, pekerjaan, usia, status pernikahan, perilaku merokok. dan kejadian DMT2. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Jakabaring dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Besaran sampel didapat sebanyak 95 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, dan analisis bivariat. Pada analisis bivariate menggunakan uji hipotesis Chi Square IBM SPSS 26. Hasil : Responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami DM tipe 2 dibandingkan mereka dengan aktivitas fisik sedang/tinggi, dengan PR = 1,8; 95% CI: 1,3–2,4 p < 0,05. Tidak bekerja juga terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian DM tipe 2, dengan PR = 2.4; 95% CI: 1,4–4.0; p < 0,05, pada responden yang merokok memiiki hubungan signifikan dengan kejadian DM tipe 2 dengan PR = 1,5; 95% CI = 1,0-2,0; p < 0.05. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, pekerjaan, dan perilaku merokok dengan kejadian DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Jakabaring Kota Palembang
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Edukasi Kesehatan di Desa Jua Jua Eka Afrika; Rizki Amalia; Putu Lusita Nati Indriani; Erma Puspita Sari; Annisa Syahrani; Caria Sonesti; Cerli Maulidina; Della Ayuni; Dellah Fuspita Yusantika; Delon Novaringga; Eka Safitri Dayanti; Fega Fega; Ferdy Ahmad Yani; Melinda Melinda; Putri Femiliyah; R.A Adibah Afrahnisa; Reno Lorenza
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i2.1314

Abstract

Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infection caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. This disease remains a relevant public health issue in Indonesia, necessitating preventive measures through public education. This community service program aims to increase public knowledge and awareness regarding the risks of DHF and prevention methods. The chosen approach is direct outreach and outreach to residents of Jua Jua Village, Kayu Agung District. This activity involves providing information on the causes, modes of transmission, signs, and preventive measures for DHF, such as maintaining environmental cleanliness, combating mosquito breeding sites, and using mosquito repellents. The results of this activity indicate that the community is becoming more aware of the importance of maintaining environmental cleanliness to prevent the increase in the mosquito population that causes DHF. The enthusiasm shown by the community during this program indicates an increased awareness of disease prevention efforts. Therefore, this outreach is expected to provide support to the community in preventing DHF cases in the Jua Jua Village area. Keywords: DBD, Health Education, Prevention