Career planning is crucial for students facing job market volatility, but this process is often influenced by social constructs related to gender roles, particularly in the demographic context of Java. This study aims to analyze the comparative level of career planning between male and female students to validate the assumption of gender inequality. Using a quantitative approach utilizing secondary data from the Building an Independent Young Generation (MGMM) study, this study involved the participation of 1,516 students spread across all provinces in Java. Measurements were conducted using the Career Planning Scale instrument and then analyzed using an independent sample t-test. The research findings showed a statistically significant difference with a p value of 0.004, where the male student group had an average score (M = 29.1) that was slightly superior to the female student group (M = 28.4). However, the effect size analysis yielded a value of 0.155, indicating that the difference has a weak practical impact, considering that both groups are in the very high career planning category. This study concludes that gender is not a dominant factor determining career readiness, so career development strategies in higher education should be inclusive and focus on strengthening students' self-efficacy and practical experience. ABSTRAK Perencanaan karier yang matang menjadi kebutuhan krusial bagi mahasiswa dalam menghadapi volatilitas pasar kerja, namun sering kali proses ini dipengaruhi oleh konstruksi sosial terkait peran gender, terutama dalam konteks demografi Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparasi tingkat perencanaan karier antara mahasiswa laki-laki dan perempuan guna memvalidasi asumsi ketimpangan gender tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari studi Membangun Generasi Muda Mandiri (MGMM), penelitian ini melibatkan partisipasi sebanyak 1.516 mahasiswa yang tersebar di seluruh provinsi di Pulau Jawa. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen Career Planning Scale yang kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Temuan riset menunjukkan adanya perbedaan statistik yang signifikan dengan nilai p = 0.004, di mana kelompok mahasiswa laki-laki memiliki rata-rata skor (M = 29,1) yang sedikit lebih unggul dibandingkan mahasiswa perempuan (M = 28,4). Walaupun demikian, analisis effect size menghasilkan nilai 0,155, yang mengindikasikan bahwa perbedaan tersebut memiliki dampak praktis yang lemah, mengingat kedua kelompok sama-sama berada pada kategori perencanaan karier yang sangat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gender bukanlah faktor dominan yang menentukan kesiapan karier, sehingga strategi pengembangan karier di perguruan tinggi sebaiknya bersifat inklusif dan berfokus pada penguatan efikasi diri serta pengalaman praktis mahasiswa.