Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK CINTA TANAH AIR GEN Z MELALUI KONTEN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA Nathashia, Kyara; Aulia, Nazwa Rahma; Aulia, Shafira Anggun; Putri, Latifah Liwanti; Rahmadani, Putri Alifia; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8018

Abstract

Cultural diversity in Indonesia is one of the nation's most distinctive characteristics and serves as a source of national pride, reflected through the expression of nationalism among its people. In this technological era, social media plays a significant role in shaping individuals' sense of national pride by exposing them to viral content that highlights Indonesia's cultural diversity, thereby forming a national identity for each individual. For Generation Z, the process of forming a national identity is not only shaped by direct interaction, but also influenced by digital communication that takes place on social media. This study aims to explore the role of social media in shaping nationalism among Generation Z individuals through various types of viral content related to Indonesia's cultural diversity. This study used a scoping review method as the main approach. The results of the scoping review show that research on nationalism and love for the homeland in the digital age remains an important focus in the fields of education, culture, and communication. Through active participation in social media, Generation Z can help preserve Indonesia's diverse culture and strengthen the spirit of nationalism that reflects the value of Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) within the realm of social media. ABSTRAK Keberagaman budaya di Indonesia merupakan salah satu ciri khas bangsa yang perlu dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu dengan menunjukkan rasa cinta tanah air. Di era yang serba teknologi, peran media sosial akan memberikan banyak dampak terhadap individu dalam membentuk rasa cinta tanah air melalui perasaan bangga ketika melihat banyak konten viral yang berisikan keberagaman budaya Indonesia, hingga terbentuk identitas nasional bagi setiap individu. Bagi Gen Z, proses pembentukan identitas nasional tidak hanya terbentuk dari interaksi langsung, tetapi juga dipengaruhi oleh komunikasi digital yang berlangsung di media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran media sosial dalam membentuk rasa cinta tanah air pada individu Gen Z melalui berbagai macam konten viral terkait keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode scoping review sebagai pendekatan utama. Hasil scoping review menunjukkan bahwa penelitian mengenai nasionalisme dan cinta tanah air di era digital, masih menjadi fokus penting dalam bidang pendidikan, budaya, dan komunikasi. Melalui partisipasi aktif di media sosial, generasi Z dapat ikut melestarikan kebudayaan Indonesia yang beragam, serta memperkuat semangat kebangsaan yang mencerminkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam lingkup media sosial.
PERAN SENSE OF BELONGING TERHADAP MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN KOMUNITAS K-POP Aulia, Nazwa Rahma; Tiatri, Sri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8801

Abstract

The phenomenon of participation in K-pop fan communities in Indonesia indicates that individual involvement is not only driven by entertainment interests but also by psychological needs, particularly a sense of belonging. This study aims to analyze the role of sense of belonging in motivating members to participate in K-pop fan communities in the Greater Jakarta area. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 200 active members of K-pop fan communities aged 18–30 years were selected using purposive sampling. Data were collected online using two instruments, namely the Sense of Belonging Instrument (SOBI) and the Participation Motivation Questionnaire (PMQ). The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between sense of belonging and participation motivation (r = .741; p < .05). Furthermore, sense of belonging contributed 54.9% to participation motivation (R² = .549). These findings indicate that the higher the sense of belonging experienced by community members, the stronger their motivation to engage in various community activities. This study highlights the importance of psychological factors in shaping social engagement within fan communities in the digital era. ABSTRAK Fenomena partisipasi dalam komunitas penggemar K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan individu tidak hanya didorong oleh ketertarikan terhadap hiburan, tetapi juga oleh kebutuhan psikologis, khususnya sense of belonging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sense of belonging terhadap motivasi berpartisipasi anggota dalam komunitas penggemar K-pop di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 200 orang anggota aktif komunitas K-pop berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan dua instrumen, yaitu Sense of Belonging Instrument (SOBI) dan Participation Motivation Questionnaire (PMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sense of belonging dan motivasi partisipasi (r = .741; p < .05). Selain itu, sense of belonging memberikan kontribusi sebesar 54,9% terhadap motivasi partisipasi (R² = .549). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa memiliki yang dirasakan anggota komunitas, semakin tinggi pula dorongan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis dalam membentuk keterlibatan sosial dalam komunitas penggemar di era digital.