Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Leverage, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021 – 2024 Ida Elfania; Anita Akhirruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Sub­sektor ini dipilih karena memiliki karakteristik industri yang relatif stabil dan terus berkembang, sehingga relevan untuk mengkaji faktor internal yang memengaruhi kinerja keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan, serta teknik purposive sampling yang menghasilkan 36 perusahaan dengan total 144 observasi selama empat tahun. Ukuran perusahaan diukur menggunakan variabel dummy, yaitu nilai 0 untuk perusahaan dengan total aset kurang dari 10 miliar dan nilai 1 untuk perusahaan dengan total aset lebih dari 10 miliar. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan. Ukuran perusahaan juga terbukti berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, leverage, struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,187 menunjukkan bahwa 18,7% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya bagi manajemen dan investor untuk mempertimbangkan kebijakan pendanaan dan skala perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan..