Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Lingkungan Akibat Kegiatan Geothermal: Studi Literatur Hubungan Life Cycle Cost Dengan Kerusakan Lingkungan: Environmental Impact Analysis Due to Geothermal Activities: Literature Study of the Relationship between Life Cycle Cost and Environmental Damage Utami, Resti Dwi; Putra, Adji Maulana; Al Rosyid, Latifa Mirzatika
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2841

Abstract

Energi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan dengan potensi signifikan untuk mendukung upaya pengurangan emisi dan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. Setiap tahapan pengembangannya, mulai dari eksplorasi hingga penutupan, masih memiliki dampak lingkungan yang memerlukan pemahaman yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Biaya Siklus Hidup (Life Cycle Cost/LCC) dan dampak lingkungan berdasarkan ringkasan berbagai literatur tentang pembangkit listrik tenaga panas bumi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-komparatif melalui telaah artikel yang diterbitkan antara tahun 2000 dan 2025 dari beberapa basis data, seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pengeboran dan konstruksi tetap menjadi komponen biaya terbesar, masing-masing sekitar 20–30% dan 50–60% dari total biaya siklus hidup. Sementara itu, fase operasi merupakan penyumbang emisi utama, yaitu sekitar 41,94 g CO2-eq/kWh atau 96,9% dari total emisi. Temuan ini menunjukkan bahwa investasi substansial pada tahap awal berperan penting dalam mengurangi dampak lingkungan pada fase operasi melalui peningkatan efisiensi teknologi dan pengelolaan fluida. Oleh karena itu, integrasi antara penilaian LCA dan LCC penting untuk mendukung perencanaan proyek panas bumi yang lebih berkelanjutan, baik dari perspektif ekonomi maupun lingkungan.
Analisis Potensi Fitoremediasi Vegetasi Akuatik Terhadap pH dan TDS pada Mata Air Sumber Suci 1: Analysis of the Potential of Aquatic Vegetation Phytoremediation on pH and TDS in the Sumber Suci 1 Spring Bahari, Maulidatul Ula; Utami, Resti Dwi; Hersita , Melda; Putra, Adji Maulana; Pratama, Pradityana Putra Akbar; Galuh, Senki Desta
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2887

Abstract

Mata air merupakan sumber air bersih yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem, namun kualitasnya dapat menurun akibat aktivitas lingkungan dan perubahan tutupan lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi fitoremediasi vegetasi akuatik terhadap kualitas air berdasarkan parameter pH dan Total Dissolved Solids (TDS), serta menilai kondisi biologis perairan melalui analisis keanekaragaman fauna menggunakan metode biotilik di Mata Air Sumber Suci Jalur I, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif observasional pada lima titik pengamatan dengan jarak antar titik sekitar 5 meter. Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi flora dan fauna, serta pengukuran pH dan TDS yang dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH berkisar antara 7,10–7,46 dan nilai TDS berada pada rentang 80–88 mg/L, yang masih memenuhi baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Analisis biotilik fauna menghasilkan nilai indeks sebesar 3,07 yang mengindikasikan kondisi perairan tidak tercemar, ditandai dengan keberadaan organisme akuatik yang cukup sensitif terhadap pencemaran. Keberadaan vegetasi akuatik dan riparian, seperti talas (Colocasia sp.) dan paku-pakuan, berperan dalam menjaga stabilitas kualitas air melalui fungsi biofilter alami serta penyediaan habitat bagi fauna perairan. Kata kunci: fitoremediasi, vegetasi akuatik, indeks biotilik, pH, TDS, mata air