Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Penerimaan dan Persepsi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap ChatGPT sebagai Media Pendukung Pembelajaran Darul Ula; Ary Purmadi
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study focuses on how students at Koba State High School 1 accept and view the use of ChatGPT as a learning support tool. As artificial intelligence (AI) technology becomes increasingly familiar in the world of education, it is important to know the extent to which students feel helped and assess the benefits of this application in their daily learning activities. The approach used is descriptive quantitative through a survey using a Likert scale questionnaire. Of the total 220 twelfth-grade students, 59 students participated as respondents. The results of the analysis show that the level of student acceptance is in the moderate category, with an average score of 3.2. The aspect of ease of use received the highest score (3.8), followed by usefulness (3.6). Meanwhile, attitudes and intentions to use ChatGPT again in the future were in the moderate category (2.6–2.9). Students generally felt that ChatGPT was easy to operate and quite helpful in understanding material or completing assignments. However, some students were still cautious because they were concerned about the accuracy of the answers (3.6) and the possibility of dependence (3.5). In general, ChatGPT is considered to have positive potential as an AI-based learning medium that can support independent and efficient learning. However, teacher guidance is still needed to ensure that its use remains ethical and effective in formal learning. Abstrak: Penelitian ini berfokus pada persepsi siswa SMA Negeri 1 Koba menerima dan memandang penggunaan ChatGPT sebagai salah satu media pendukung dalam belajar. Seiring semakin akrabnya teknologi kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan, penting untuk mengetahui sejauh mana siswa merasa terbantu dan menilai manfaat aplikasi ini dalam kegiatan belajar sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui survei menggunakan kuesioner skala Likert. Dari total 220 siswa kelas XII, sebanyak 59 siswa berpartisipasi sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penerimaan siswa berada pada kategori sedang, dengan skor rata-rata 3,2. Aspek kemudahan penggunaan memperoleh nilai tertinggi (3,8), disusul oleh kemanfaatan (3,6). Sementara itu, sikap dan niat untuk menggunakan ChatGPT kembali di masa mendatang berada pada kategori sedang (2,6–2,9). Siswa umumnya merasa bahwa ChatGPT mudah dioperasikan dan cukup membantu memahami materi atau menyelesaikan tugas. Meski demikian, sebagian siswa masih bersikap hati-hati karena khawatir akan ketepatan jawaban (3,6) dan kemungkinan ketergantungan (3,5). Secara umum, ChatGPT dinilai memiliki potensi positif sebagai media belajar berbasis AI yang dapat mendukung kemandirian dan efisiensi belajar. Namun demikian, pendampingan guru tetap diperlukan agar pemanfaatannya tetap sesuai etika dan efektif digunakan dalam pembelajaran formal.