Penelitian ini mengeksplorasi evolusi manajemen stunting untuk anak di Indonesia antara tahun 2015 dan 2025, dengan fokus pada efektivitas berbagai kebijakan, program, dan intervensi. Stunting, masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi yang sering terjadi selama 1.000 hari pertama kehidupan yang kritis, memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi strategi utama, termasuk Strategi Nasional untuk Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) dan berbagai intervensi sensitif nutrisi. Temuan ini menyoroti kemajuan signifikan dalam perumusan dan implementasi kebijakan, tetapi juga mengungkapkan tantangan yang terus-menerus, seperti ketidaksetaraan dalam akses ke layanan dan berbagai efektivitas intervensi di seluruh wilayah. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan multisektoral, mengintegrasikan gizi, sanitasi, dan pendidikan untuk mengatasi stunting secara lebih holistik. Selain itu, penelitian ini mengkaji peran inovasi teknologi dan alat digital dalam meningkatkan pemantauan dan pengelolaan. Dengan memberikan gambaran terperinci tentang kemajuan dan hambatan dalam manajemen stunting, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan kebijakan ke depan, dengan fokus pada peningkatan pemberian layanan, peningkatan kesadaran publik, dan memastikan akses intervensi yang lebih merata. Studi ini berkontribusi pada pengembangan strategi pengurangan stunting yang lebih efektif di Indonesia, menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi.