Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di tingkat pendidikan dasar menjadi kebutuhan yang semakin penting dalam menjawab tantangan abad ke-21. Pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan zaman menuntut adanya inovasi dalam metode penyampaian materi. Namun demikian, keterbatasan penguasaan teknologi oleh sebagian guru serta keberagaman karakteristik belajar peserta didik menjadi hambatan utama dalam penerapan teknologi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi JEKNISIA, sebuah media pembelajaran digital berbasis pembelajaran berdiferensiasi, dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Jenis Kebutuhan Manusia pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok siswa dari sekolah yang berbeda, masing-masing sebanyak 30 peserta didik. Instrumen penelitian meliputi tes awal (pretest), tes akhir (posttest), angket respons siswa, serta lembar validasi media oleh ahli. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, mencakup uji normalitas, uji homogenitas, uji-t (independent sample t-test), dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen mencapai 63,82% dengan kategori “cukup efektif”, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 12,99% (kategori “tidak efektif”). Uji-t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang menandakan adanya perbedaan hasil belajar yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penggunaan aplikasi JEKNISIA berada pada kategori “sangat layak” dengan skor rata-rata 92,35%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi JEKNISIA tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa, tetapi juga mampu mengakomodasi keberagaman gaya belajar dalam pembelajaran terdiferensiasi. Oleh karena itu, aplikasi ini dapat menjadi alternatif solusi inovatif dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi di tingkat sekolah dasar.