Literatur menunjukkan bahwa penerapan TKDN dalam industri elektronik masih menghadapi berbagai tantangan. Kebijakan yang pada awalnya bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan mengrangi ketergantungan impor ini justru pada implementasinya menghadapi berbagai kendala seperti ketidaksiapan industri lokal memenuhi standar kualitas, ketergantuang tinggi pada teknologi impor bahkan meningkatkan biaya produksi sehingga terhalang mencapai keunggulan bersaing seperti yang diharapkan. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif melalui interview mendalam (in-depth interview) keatas beberapa pemangku kepentingan yang berurusan secara langsung dengan TKDN menggunakan metode persampelan bola salju (snowball). Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan TKDN di sektor elektronika multinasional mempengaruhi strategi pengembangan produk dan tindakan kunci yang dilakukan oleh perusahaan. Kebijakan TKDN sebaiknya dipandang tidak hanya sebagai persyaratan administrasi tetapi juga sebagai bagian dari strategi bisnis dan inovasi produk. Temuan utama meliputi: TKDN sebagai kebijakan strategis yang memperkuat daya saing domestik dan akses pasar; restrukturisasi organisasi dan integrasi fungsi R&D untuk beradaptasi dengan kapasitas lokal dan standar nasional; tantangan dengan kualitas dan kapasitas vendor lokal, ditangani melalui pelatihan dan dukungan; pentingnya kolaborasi jangka panjang dengan vendor lokal untuk memenuhi target TKDN; dan perlunya fleksibilitas regulasi untuk mencegah penghambatan daya saing global. Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman tentang inovasi berbasis regulasi dan mendukung relevansi teori Tata Kelola Kolaboratif dan Inovasi Rantai Pasokan Berkelanjutan. Secara praktis, hasilnya memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan TKDN agar lebih adaptif, efisien, dan berbasis insentif, serta bagi perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan kepatuhan TKDN ke dalam strategi pengembangan dan inovasi produk yang berkelanjutan.