Russy Novita Andriani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Desa Siaga dalam UKBM dan KADARZI: Studi Kasus di Desa Talun, Klaten Yaltafit Abror Jeem; Russy Novita Andriani
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3047

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Siaga merupakan strategi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesadaran gizi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Desa Siaga di Desa Talun, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dengan fokus pada pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat dan Keluarga Sadar Gizi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap konsep Desa Siaga, UKBM, dan KADARZI masih terbatas, serta dukungan pelaksanaan program belum terintegrasi secara optimal. Meskipun terdapat potensi dari masyarakat dan dukungan perangkat desa, pelaksanaan program masih menghadapi kendala dalam koordinasi, sosialisasi, dan peran Puskesmas. Beberapa indikator program telah berjalan baik, seperti partisipasi kader dan kegiatan Posyandu, namun belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan Desa Siaga secara menyeluruh. Hambatan utama meliputi keterbatasan pendanaan, kurangnya tenaga pendamping, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap konsep program. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Talun memiliki potensi besar untuk menjadi Desa Siaga yang mandiri, namun diperlukan penguatan organisasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta dukungan kebijakan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dengan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Rekomendasi meliputi peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi fungsi Poskesdes, pelatihan kader, dan evaluasi berkelanjutan oleh pemerintah daerah.