Pregnancy-related carpal tunnel syndrome (PRCTS) merupakan salah satu keluhan neuro-muskuloskeletal yang sering terjadi selama kehamilan. Hanya berkisar 9.5% kasus PRCTS yang mendapatkan terapi khusus selama kehamilan. Kasus PRCTS yang tidak tertangani dengan tepat, akan dapat menyebabkan komplikasi selama dan pasca melahirkan. Pencarian literatur dilakukan dari bulan Juni–Juli 2025 menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines dengan mesin pencarian berupa Pubmed, Science Direct, Google Schoolar. Kriteria inklusi meliputi; naskah yang terpublisasi tahun 2010–2025, subjek penelitian ibu hamil tanpa riwayat CTS dan kelainan neuro-muskuloskeletal lainnya, dan melakukan diagnosis, derajat keparahan, dan kualitas hidup pasien berdasarkan instrument yang jelas. Terdapat delapan studi cross-sectional, dan empat studi cohort yang disertakan dalam telaah sistematik ini. Insiden PRCTS adalah 11% - 55.4% dan lebih sering ditemukan pada kehamilan trimester tiga. Gejala yang dilaporkan adalah kesemutan, kebas, nyeri, yang bersifat bilateral. Derajat keparahan PRCTS umumnya disebutkan ringan hingga sedang. Pasien dengan PRCTS memiliki gangguan tidur dan aktivitas sehari – hari. Gejala PRCTS dalam menetap dalam 6-12 bulan pasca melahirkan. Perubahan hormonal, musculoskeletal, dan postural, merupakan beberapa kondisi yang umum terjadi selama kehamilan. Perubahan tersebut akan menyebabkan fluktuasi hormon, dan retensi cairan, yang berakibat pada edema lokal serta restriksi struktur dari terowongan carpal. Berdasarkan telaah sistematik ini, CTS merupakan kondisi yang sering ditemui dan kurang diperhatikan pada kehamilan. Skrining gejala PRCTS dapat dilakukan untuk memaksimalkan tatalaksana, dan mencegah terjadinya komplikasi anatomis, fisiologis, maupun psikologis pada ibu pasca melahirkan.