Transformasi digital dalam manajemen kepegawaian merupakan kunci untuk mewujudkan birokrasi yang efisien, namun keberhasilannya sangat bergantung pada pengalaman pengguna akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) di lingkungan pemerintah daerah, dengan fokus pada analisis persepsi pengguna dan implikasinya bagi agenda transformasi digital. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif pada BKPSDM Kabupaten Sumbawa Barat, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan 10 informan. Analisis tematik yang dipandu oleh kerangka EUCS (End-User Computing Satisfaction) menunjukkan bahwa pengalaman pengguna SIASN adalah sebuah perjalanan dinamis yang ditandai oleh tiga fase: (1) Fase inisiasi yang beragam; (2) Titik balik kepuasan dari pemberdayaan fungsional; dan (3) Dinamika penggunaan sehari-hari yang diwarnai dualisme antara apresiasi efisiensi dan frustrasi teknis. Kepuasan utama berakar pada kelengkapan data, akurasi, dan desain antarmuka yang modern, sementara ketidakpuasan muncul dari inkonsistensi kinerja, keterbatasan fungsional, dan kesenjangan data hulu. Implikasinya, keberhasilan implementasi platform digital seperti SIASN menuntut fokus yang tidak hanya pada keunggulan teknis, tetapi juga pada manajemen ekosistem data secara holistik, perbaikan fungsionalitas berkelanjutan, dan penguatan infrastruktur. Studi ini mengisi kekosongan dalam literatur kualitatif terkait pemaknaan pengalaman pengguna SIASN di tingkat daerah, memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model evaluasi UX di sektor publik. Evaluating SIASN Implementation: User Perceptions and Its Implications for Digital Transformation in Regional Civil Service Management Abstract Digital transformation in public sector human resource management is key to achieving an efficient bureaucracy, yet its success is critically dependent on the end-user experience. This study aims to evaluate the implementation of the State Civil Apparatus Information System (SIASN) in a local government context, focusing on the analysis of user perceptions and their implications for the digital transformation agenda. Employing a qualitative case study approach at the BKPSDM of West Sumbawa Regency, data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis with 10 informants. Thematic analysis, guided by the End-User Computing Satisfaction (EUCS) framework, reveals that the SIASN user experience is a dynamic journey characterized by three phases: (1) a diverse initiation phase; (2) a satisfaction turning point derived from functional empowerment; and (3) a daily-use dynamic marked by a dualism of efficiency appreciation versus technical frustration. Core satisfaction stems from the completeness of data, accuracy, and modern interface design, while dissatisfaction arises from inconsistent performance, functional limitations, and upstream data gaps. The implication is that the successful implementation of digital platforms like SIASN requires a focus not only on technical excellence but also on holistic data ecosystem management, continuous functional improvements, and infrastructure strengthening. This study fills a gap in the qualitative literature concerning the nuanced user experience of SIASN at the regional level, offering a conceptual contribution to the development of UX evaluation models in the public sector.