The low learning outcomes of fourth-grade students at SDN 3 Karangsari in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects were the background for conducting this study. To overcome this problem, a combination of matching cards and the ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) learning model was used to increase student engagement in the learning process. This study applied the Classroom Action Research (PTK) method, following the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles, each consisting of two sessions. The research findings indicated a significant improvement in students' learning outcomes, from 40% in the pre-cycle phase to 60% in Cycle I, and further increasing to 80% in Cycle II. Additionally, students appeared more active, enthusiastic, and confident in expressing their opinions during learning activities. These findings demonstrate that the implementation of the ICARE model supported by matching card media can enhance learning outcomes and promote the development of critical thinking and collaboration skills among students. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV di salah satu SD Negeri Kabupaten Malang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan perpaduan antara media kartu pasang dan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Studi ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merujuk pada model Kemmis dan McTaggart, dengan pelaksanaan selama dua siklus masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui instrument observasi guru dan siswa , tes, serta dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggnakan analisis deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif melalui tekik triangulasi. Hasil penelitian mengindikasikan peningkatan yang signifikan dalam capaian belajar siswa, dari persentase 40% pada tahap pra-siklus, menjadi 60% pada siklus I, dan meningkat lagi hingga 80% pada siklus II. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, antusias, serta percaya diri dalam menyampaikan pendapat selama kegiatan pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model ICARE yang didukung media kartu pasang mampu meningkatkan hasil belajar, serta mendorong penguatan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.