Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Konsep Ekosentris Dalam Kosmologi Jawa: Studi Fenomenologi Terhadap Praktik Ritual Petani Tradisional Liyyanatul Ulyah; Ahmad Barizi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.847

Abstract

Krisis Ekologis Global dan Paradigma Antroposentrisme. Krisis lingkungan di tingkat global memerlukan analisis kritis terhadap cara berpikir antroposentris yang dominan dalam pengelolaan alam. Studi ini berfokus pada konsep ekosentris yang ada dalam kosmologi Jawa dengan melakukan analisis fenomenologis pada praktik ritual yang dilakukan oleh petani tradisional. Melalui kajian literatur mengenai penelitian sebelumnya, penelitian ini mengkaji bagaimana para petani Jawa mengalami, memahami, dan menghayati hubungan harmonis dengan lingkungan melalui ritual seperti wiwitan, slametan, dan sedekah bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tradisional Jawa melihat alam sebagai sesuatu yang hidup dan suci, bukan sekadar objek yang terpisah. Ritual pertanian berperan sebagai sarana yang mengubah kesadaran ekologis, membentuk rasa syukur, kesadaran akan keterkaitan, dan tanggung jawab bersama. Konsep hamemayu hayuning bawana diterapkan melalui upaya melestarikan area sakral, melakukan rotasi tanaman, mendiversifikasi pertanian, dan menjaga keanekaragaman hayati. Kosmologi Jawa mengandung elemen-elemen ekosentris yang penting, seperti pengakuan terhadap nilai intrinsik setiap bagian ekosistem, kesadaran akan keterhubungan, dan penolakan akan pemisahan antara manusia dan alam, dengan fokus pada dimensi estetika dan integrasi spiritual-kosmologis. Dalam menghadapi tantangan dari modernitas dan sistem kapitalis dalam pertanian, kebijaksanaan ekologis dari warisan tradisional memberikan solusi teoretis dan praktis yang sesuai untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada saat ini. Penelitian ini berperan dalam mendekolonisasi pengetahuan ekologis dengan menunjukkan bahwa pengetahuan lokal di Indonesia memiliki kedalaman dan legitimasi yang setara dengan teori ekologi yang ada di Barat.