Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja. Namun, realitas menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan riil industri. Salah satu pendekatan inovatif untuk menjembatani permasalahan tersebut adalah edupreneurship, yaitu integrasi pendidikan dan kewirausahaan yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata atau experiential learning. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi edupreneurship melalui Borobudur Syariah Hotel sebagai teaching factory di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen sekolah dan pengelola hotel, observasi partisipatif terhadap aktivitas pembelajaran dan operasional hotel, serta studi dokumentasi kurikulum dan dokumen kerja sama industri. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edupreneurship telah terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum melalui pembelajaran berbasis proyek yang terhubung langsung dengan operasional Borobudur Syariah Hotel. Hotel tersebut berfungsi sebagai laboratorium bisnis tempat siswa terlibat aktif dalam kegiatan front office, housekeeping, dan layanan tamu. Penerapan prinsip syariah memberikan nilai tambah berupa penguatan etika bisnis, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Implementasi model ini terbukti meningkatkan keterampilan teknis, soft skills, serta karakter kewirausahaan dan kesiapan kerja siswa. Model ini berpotensi menjadi rujukan pengembangan edupreneurship berbasis potensi lokal di pendidikan vokasi.