Pendidikan di abad ke-21 menuntut pembelajaran matematika yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Namun, berbagai penelitian masih menunjukkan adanya kesenjangan antara teori pembelajaran klasik dan penerapannya dalam praktik mengajar masa kini. Sebagian besar penelitian hanya membahas teori Bandura, Piaget, atau Bruner secara terpisah, tanpa melihat bagaimana ketiganya dapat diintegrasikan untuk memperkuat pembelajaran matematika di era modern. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur tentang teori belajar Bandura, Piaget, dan Bruner, serta menganalisis bagaimana integrasi ketiganya dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah tinjauan Pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari artikel, buku, dan jurnal ilmiah terbitan tahun 2015-2025 yang dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Bandura berperan dalam membangun motivasi dan kepercayaan diri melalui observasi dan peniruan (modeling), teori Piaget menekankan pentingnya menyesuaikan pembelajaran dengan tahap perkembangan kognitif siswa, sementara teori Bruner menyoroti proses bertahap melalui representasi dan scaffolding. Integrasi ketiganya menghasilkan kerangka pembelajaran matematika yang lebih menyeluruh, fleksibel, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur Pendidikan dengan menawarkan model integratif teori belajar. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran matematika yang lebih kreatif, inovatif, dan bermakna.