Media komunikasi telah menjadi bagian integral dalam sejarah pewartaan iman Kristen sejak masa Alkitab. Media yang digunakan pada zaman tersebut tidak berbentuk teknologi modern, melainkan dalam bentuk sarana-sarana Komunikasi sederhana seperti tradisi lisan, loh batu, gulungan kitab, surat-surat rasuli, tindakan simbolik, dan berbagai sarana komunikasi non-verbal lainnya. Melalui media tersebut, firman Allah diberitakan, diabadikan dan diwariskan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk media yang digunakan dalam konteks Alkitab, fungsi teologis dan praktisnya, serta relevansinya terhadap pemanfaatan media dalam pendidikan Kristiani dan kehidupan gereja modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan melakukan pengkajian terhadap sumber Primer dari teks Alkitab dna sumber buku, Jurnal Ilmiahm dan Literatur teologi yang relevan dengan pendekatan Historis - Teologis Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pada masa Alkitab memiliki fungsi strategis dalam mempertegas otoritas firman, menjaga keseragaman doktrin, serta membangun identitas umat Allah. Perkembanagan Pesat teknologi digital menghadirkan di lema ganda bagi Gereja, yaitu peluang dan tantangan dalam memanfaatkan media sebagai sarana pendidikan, penginjilan, dan pembentukan iman. Dengan pemahaman prinsip media dalam Alkitab, pendidik Kristen dan gereja dipanggil untuk menggunakan media secara etis, kreatif, dan bertanggung jawab selaras dengan nilai-nilai firman Tuhan. Studi ini menegaskan bahwa meskipun format dan teknologi media terus mengalami transformasi, fungsi media sebagai instrumen komunikasi firman Allah yang tetap bersifat relevan dan fundamental bagi pertumbuhan dan keberlangsungan iman Kristen sepanjang zaman.