Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Replacement–Amplification–Transformation (RAT) dalam Integrasi Teknologi pada Mata Pelajaran IPA Materi Wujud Zat untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Negeri 091288 Sibaganding Sitinjak, Jowito; Simangungsong, Ripka; Situmorang, Gresia; Girsang, Sri Mita Yeni; Hutahean, Andini; Damanik, Irawaty; Sihotang, Ribka; Haloho, Elsi; Hasibuan, Yuli; Simanjuntak, Melvin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7885

Abstract

Penelitian ini diteliti bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model integrasi teknologi berbasis Replacement–Amplification–Transformation (RAT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi Wujud Zat di kelas IV SD Negeri 091288 Sibaganding. RAT adalah sebuah kerangka evaluatif yang membantu guru mengkaji tingkat penggunaan teknologi dalam pembelajaran — dari sekadar mengganti media tradisional (Replacement), meningkatkan efektivitas pembelajaran (Amplification), hingga menciptakan pengalaman belajar yang benar-benar baru (Transformation). Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experimental design dengan pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen yang diterapkan RAT dalam pembelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang terstruktur sesuai tahapan RAT secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Hal ini tampak dari peningkatan persentase ketuntasan belajar dan nilai rata-rata post-test dibanding pre-test. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa tingkat transformasi teknologi harus menjadi fokus guru untuk memperoleh dampak paling besar terhadap pemahaman konsep abstrak seperti wujud zat dengan banyak siswa berjumlah 31 orang didalam satu ruangan kelas tersebut.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Kenampakan Alam dan Buatan Di Kelas III SD Swasta HKBP Batu IV Simanjuntak, Giofany Patrisia; Nainggolan, Jogina; Sipayung, Kharisma Valentina; Situmorang, Rael Ariel; Sihotang, Ribka Dawasi; Simangunsong, Ripka; Girsang, Sri Mita Yeni; Sidabutar, Yanti Arasi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i1.7825

Abstract

Proses pembelajaran IPAS di kelas III SD Swasta HKBP Batu IV ditemukan kurang optimal karena dominasi metode ceramah konvensional yang mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa. Siswa menghadapi hambatan signifikan dalam memahami materi Kenampakan Alam dan Buatan akibat kurangnya visualisasi materi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Media Pembelajaran Interaktif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas III SD Swasta HKBP Batu IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen jenis one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 12 orang. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang signifikan dari 59,16 pada pretest menjadi 88,33 pada posttest. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak. Selain itu, aspek keterlibatan siswa menunjukkan kenaikan tertinggi di antara indikator minat lainnya, yaitu sebesar 48%. Media pembelajaran interaktif terbukti efektif dan memiliki pengaruh positif yang signifikan dalam meningkatkan minat belajar dan kualitas pembelajaran IPAS. Penggunaan media ini sangat direkomendasikan bagi pendidik untuk mengubah suasana belajar yang monoton menjadi lebih dinamis dan berpusat pada siswa.