Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian komplikasi hipertensi dalam kehamilan antara kelompok usia remaja dan usia reproduktif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2021–2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan total sampling dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk menilai perbedaan kejadian hipertensi, komplikasi, dan mortalitas pada kedua kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis terbanyak adalah superimposed preeklamsia dan preeklamsia berat, dengan mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia reproduktif. Angka komplikasi tertinggi adalah HELLP syndrome (5,4%), diikuti perdarahan antepartum, sedangkan kejadian eklampsia sangat rendah. Mayoritas pasien mengalami persalinan prematur, mencerminkan beratnya kondisi hipertensi pada populasi rujukan tersier. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian hipertensi berdasarkan usia, di mana usia ekstrem baik remaja maupun lanjut memiliki kerentanan lebih tinggi melalui mekanisme berbeda. Mortalitas maternal tercatat sangat rendah dan hanya terjadi pada kelompok usia reproduktif, menandakan efektivitas tata laksana dan sistem rujukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan tetap menjadi penyebab utama komplikasi obstetri, sehingga diperlukan skrining risiko yang komprehensif, optimalisasi antenatal care, serta manajemen aktif terutama pada kelompok usia berisiko.