Fathnindhia, Khansa Azmilika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelanggaran Maksim Kuantitas Mahasiswa Bahasa dan Budaya Tiongkok Universitas Padjadjaran Fathnindhia, Khansa Azmilika; Sunarni, Nani; Sutami, Hermina
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i1.51774

Abstract

The Chinese Language and Culture study program is one of the study programs at the Faculty of Cultural Sciences, Padjadjaran University. Students in this study program come from various regions in Indonesia, and they are studying a foreign language, namely Chinese. Therefore, this study aims to analyze violations of the cooperative principle in students majoring in Chinese Language and Culture at Padjadjaran University. This study uses a descriptive-qualitative method. The researcher applies one major theory in analyzing this study, namely the Cooperative Principle theory proposed by Grice (1975). The subjects of this study were first-year students majoring in Chinese Language and Culture at Padjadjaran University who acted as respondents and became data sources, while the objects of this study were the utterances produced by first-year students majoring in Chinese Language and Culture at Padjadjaran University. The method used in data collection was the Discourse Completion Tasks (DCT) method, and the data analysis method used pragmatic and referential equivalent methods according to Sudaryanto's view (2015). Based on the results of the analysis, it shows that the violations of the cooperative principle that were often found were violations of the cooperative principle of the maxim of quantity. Abstrak Program studi Bahasa dan Budaya Tiongkok merupakan salah satu program studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, mahasiswa pada program studi tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mereka mengemban pendidikan untuk mempelajari bahasa asing, yaitu bahasa Tiongkok. Oleh karena itu, penelitian ini ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran prinsip kerja sama pada mahasiswa jurusan Bahasa dan Budaya Tiongkok Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Peneliti menerapkan satu teori besar dalam menganalisis penelitian ini, yaitu teori Prinsip Kerja Sama yang dikemukakan oleh Grice (1975). Subjek penelitian ini menggunakan mahasiswa tingkat 1 jurusan Bahasa dan Budaya Tiongkok Universitas Padjadjaran yang berperan sebagai responden dan menjadi sumber data, sedangkan objek penelitian ini adalah tuturan yang diproduksi oleh mahasiswa tingkat 1 jurusan Bahasa dan Budaya Tiongkok Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan metode Discourse Completion Tasks (DCT), serta metode analisis data dengan menggunakan metode padan pragmatis dan referensial menurut pandangan Sudaryanto (2015). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran prinsip kerja sama yang sering ditemukan adalah pelanggaran prinsip kerja sama maksim kuantitas yang paling sering ditemukan.