Penelitian ini bertujuan untuk a) Kemampuan motorik halus peserta didik Kelas B1 TK Mesjid Raya Kabupaten Bulukumba sebelum kegiatan membatik bunga cengkeh. b) Kemampuan motorik halus peserta didik Kelas B1 TK Mesjid Raya Kabupaten Bulukumba setelah kegiatan membatik bunga cengkeh. c) Bagaimana apakah ada pengaruh dari kegiatan membatik bunga cengkeh terhadap perkembangan motorik halus peserta didik Kelas B1 TK Mesjid Raya Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian eksperimen (pra eksperimental) yakni one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang terpilih yaitu kelas B1 dengan jumlah sampel 10 peserta didik yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman lembar observasi motorik halus peserta didik dan lembar observasi pemberian kegiatan membatik bunga cengkeh. Penelitian ini menggunakan prasyarat berupa uji normalitas dan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan: a) Sebelum melalukan kegitan membatik bunga cengkeh, motorik halus peserta didik kelas B1 TK Mesjid Raya Bulukumba memiliki nilai terendah 10 dan nilai tertinggi 17 dengan rata-rata 13,8. b) Setelah pemberian kegiatan membatik bunga cengkeh, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap motorik halus peserta didik, nilai terendah 25 dan nilai tertinggi 28 dengan nilai rata-rata 27. c) Terdapat perbedaan antara nilai rata-rata pre-test 13,8, dengan nilai rata-rata post-tes 27. Dapat dilihat dari hasil uji paired sample t-test sebesar -29.850 dengan sig (2-tailed) sebesar 0.000 karena nilai sig (2-tailed) <0.05 yang berarti hipotesis (Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Implikasi penelitian berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kegiatan membatik bunga cengkeh berpengaruh terhadap perkembanagn motorik halus peserta didik. Oleh karena itu disarankan kepada pihak sekolah khususnya kepada pendidik untuk menerapkan kegiatan membatik bunga cengkeh untuk meningkatkan motorik halus peserta didik.