Agustin, Candra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ritme Musim yang Bergeser pada Dinamika Kehidupan Petani Desa melalui Society Action Research Farihatun Nisa, Nurul; Fauziyatul Mustaghfiroh, Najma; Agustin, Candra; Fa’atin Munafa’ah, Lina
ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim telah memicu pergeseran ritme musim yang berdampak signifikan terhadap kehidupan petani desa, terutama pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian iklim. Ketidakstabilan pola hujan dan kemarau menyebabkan terganggunya jadwal tanam, penurunan hasil produksi, serta meningkatnya kerentanan sosial-ekonomi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi pergeseran ritme musim terhadap dinamika kehidupan petani desa serta mengidentifikasi respons dan strategi adaptasi yang dikembangkan melalui pendekatan Society Action Research (SAR). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif partisipatif, di mana petani desa dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi partisipatif, dan proses refleksi bersama, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pergeseran ritme musim memengaruhi kondisi ekologis, sosial, dan ekonomi petani desa. Berbagai bentuk adaptasi dikembangkan, baik dalam praktik pertanian maupun strategi penghidupan, seperti penyesuaian waktu tanam, diversifikasi komoditas dan sumber pendapatan, serta penguatan kerja kolektif di tingkat komunitas. Pendekatan SAR berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi petani dan menghasilkan strategi adaptasi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan penguatan kelembagaan lokal dalam meningkatkan kapasitas adaptif petani desa guna menjaga keberlanjutan pertanian dan ketahanan sosial-ekonomi di tengah dinamika perubahan iklim.
Tradisi Manganan sebagai Media Akulturasi Nilai-Nilai Islam dan Budaya Lokal di Prunggahan Kulon Semanding Munafa’ah, Lina Fa’atin; Agustin, Candra; Hakim, Nurul
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The manganan tradition in Prunggahan Kulon Village, Semanding District, is a cultural heritage that has been passed down from generation to generation as an expression of community gratitude, particularly before the planting season or after harvest. Its implementation involves several stages, starting from cooperation in preparation for the main activities such as communal prayers and shared meals, which reflect values of togetherness, solidarity, and harmonious social interaction. In addition, this tradition is enriched with local cultural elements and religious practices, such as Javanese chants and collective prayers, creating a sacred atmosphere while strengthening social bonds among community members. Furthermore, the manganan tradition illustrates a process of acculturation between local culture and Islamic values that occurs harmoniously without eliminating the community’s cultural identity. This tradition not only serves as a means of cultural preservation but also functions as a medium for social and religious education, especially for the younger generation. However, its sustainability faces challenges due to modernization and changing lifestyles. Therefore, adaptive preservation efforts are needed through the use of technology, the involvement of community leaders, and integration into educational activities so that the manganan tradition remains sustainable and relevant in contemporary society.   Keywords: Manganan Tradition, Local Wisdom, Islamic Acculturation, Social Values, Cultural Preservation