Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh aksesibilitas dan intensitas QRIS terhadap preferensi pembayaran digital Generasi Z di Surakarta Pagini, Armalia Embun; Liliyan, Aditya
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.975

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aksesibilitas dan intensitas penggunaan sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terhadap preferensi pembayaran digital pada Generasi Z di Kota Surakarta. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain survei dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner daring. Sampel penelitian terdiri dari 88 responden Generasi Z berusia 18-28 tahun yang berdomisili di Kota Surakarta dan aktif menggunakan layanan pembayaran berbasis QRIS. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Pengujian meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), uji parsial (uji t), dan uji koefisien determinasi (R²). Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembayaran digital dengan nilai t hitung 5,684 > t tabel 1,989 dan signifikansi 0,000. Intensitas penggunaan QRIS juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembayaran digital dengan nilai t hitung 4,459 > t tabel 1,989 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 63,9% menunjukkan bahwa aksesibilitas dan intensitas mampu menjelaskan variasi preferensi pembayaran digital, sedangkan 36,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Keterbatasan penelitian – Ruang lingkup penelitian terbatas pada Generasi Z yang berdomisili di Kota Surakarta sehingga hasil belum dapat digeneralisasikan ke wilayah atau kelompok usia lain. Jumlah responden relatif terbatas (88 responden) sehingga kemungkinan belum sepenuhnya merepresentasikan keseluruhan karakteristik pengguna QRIS di Indonesia. Variabel yang diteliti hanya mencakup aksesibilitas dan intensitas, sementara masih terdapat faktor lain yang berpotensi memengaruhi preferensi pembayaran digital seperti persepsi keamanan, kepercayaan, dan promosi. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian perilaku konsumen di bidang sistem pembayaran digital, khususnya terkait peran aksesibilitas dan intensitas penggunaan dalam membentuk preferensi pembayaran digital pada Generasi Z. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi penyedia layanan pembayaran digital dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kemudahan akses layanan QRIS serta mendorong intensitas penggunaan melalui perluasan jaringan merchant dan peningkatan pengalaman pengguna guna mempercepat adopsi pembayaran digital dan mendukung terciptanya ekosistem transaksi non-tunai yang inklusif.