ABSTRACT Hallucinations are a common symptom experienced by social care residents with psychotic disorders. Uncontrolled hallucinations increase the risk of clients committing violent behavior towards themselves or others. This study aims to determine the effect of Group Activity Therapy (GAT) on the signs and ability to control hallucinations. The research method used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with a control group. The study was conducted at the Harapan Sentosa 2 Cipayung Social Welfare Home (PSBL HS 2), which treats psychotic clients, from June to July 2024. The population was social care residents who met the inclusion criteria. The sample was selected using a purposive sampling technique with a sample size of 77 respondents. A questionnaire was used to measure the signs and ability of respondents to control hallucinations. Data were analyzed using univariate and bivariate tests. The results of the bivariate test showed that GAT had an effect on reducing signs and symptoms of hallucinations by 48.2% and increasing the ability to control hallucinations by 68.2%. Analysis of the differences between the intervention and control groups showed significant changes in symptoms and control abilities in the intervention group (p-value 0.05) compared to the control group that was not given TAK. The conclusion of this study is that TAK has an effect on symptoms and control abilities of hallucinations. TAK is expected to be a group therapy provided to psychotic clients experiencing hallucinations. Keywords: Hallucinations, Group Activity Therapy. ABSTRAK Halusinasi merupakan salah satu gejala yang banyak dialami oleh warga binaan sosial yang mengalami gangguan psikotik. Halusinasi yang tidak dapat dikontrol meningkatkan risiko klien melakukan perilaku kekerasan pada diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol halusinasi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group Penelitian dilakukan di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung (PSBL HS 2), yang merawat klien psikotik, bulan Juni-Juli 2024. Populasi adalah warga binaan sosial yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sample 77 responden. Kuesioner digunakan untuk mengukur tanda gejala dan kemampuan responden mengontrol halusinasi. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan ada pengaruh TAK terhadap penurunan tanda gejala halusinasi sebesar 48,2% dan peningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi sebesar 68,2%. Analisis perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol menunjukan terjadi perubahan signifikan tanda gejala dan kemampuan mengontrol pada kelompok intervensi (p value0.05) dibanding kelompok kontrol yang tidak diberikan TAK. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh TAK terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol halusinasi. TAK diharapkan menjadi terapi kelompok yang diberikan pada klien psikotik yang mengalami masalah halusinasi. Kata Kunci: Halusinasi, Terapi Aktivitas Kelompok.