Pasar tradisional memegang peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, di sisi lain, pasar tradisional juga menjadi penyebab masalah lingkungan, terutama terkait penggunaan kantong plastik. Penggunaan kantong plastik menjadi permasalahan lingkungan yang signifikan perlu segera ditangani. Hal ini disebabkan penggunaan kantong plastik dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia dan hewan, ketika terbuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Pasar segiri berfokus pada penjualan bahan pangan seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan bahan pangan lainnya yang lebih dominan dibandingkan Pasar tradisional lainnya, sehingga penggunaan kantong plastik dan juga sampah lainnya lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengalanilis faktor internal dan eksternal serta merumuskan alternatif kebijakan yang tepat dalam perencanaan pengurangan penggunaan kantong plastik di pasar Segiri Kota Samarinda. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan kajian pustaka, observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap pengelola Pasar Segiri Kota Samarinda, pedagang serta konsumen di pasar Segiri Kota Samarinda yang kemudian dilanjutkan dengan menganalisis data menggunakan metode Analisis SWOT. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik dipasar tradisional Segiri Kota Samarinda bisa untuk dijalankan dengan beberapa langkah kebijakan dan perencanaan yang baik dari pemerintah dan pihak pengelola pasar tradisional Segiri Kota Samarinda. perencanaan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik pada pasar tradisional Segiri Kota Samarinda berada pada kuadran I, yang menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan dan mendukung kebijakan pertumbuhan agresif. Hal ini berarti perencanaan kebijakan tersebut berada dalam kondisi yang sangat positif, memungkinkan untuk lebih aktif dalam mengembangkan kawasan pasar tradisional Segiri yang ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik.