Latar belakang. Hemihipertrofi suatu kondisi klinis ditandai pertumbuhan tubuh asimetri yang dapat berdiri sendiri atau berkaitan dengan sindrom. Kelainan otak yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Pada umumnya penyebab hemihipertrofi belum jelas. Upaya diagnosis dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan diharapkan dapat memberikan prognosis yang lebih baik.Tujuan. Mengetahui keterkaitan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak hemihipertrofi. Metode. Penelusuran pustaka dilakukan secara ekstensif melalui beberapa pangkalan data, yaitu Pubmed, Semantic scholar, dan Google scholar dengan kata kunci “child” atau “children”, “hemihypertrophy” atau “hemihyperplasia” dan “development”. Hasil. Penelusuran literatur diperoleh 3 artikel yang terpilih kemudian dilakukan telaah kritis, yaitu studi potong lintang oleh Butti dkk pada tahun 2024 dan studi potong lintang berbeda oleh Butti dkk pada tahun 2022, serta studi kohort retrospektif oleh Romaris dkk pada 2022 dengan level of evidence 2b. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak hemihipertrofi terutama dengan sindrom dapat memiliki keterlambatan perkembangan bahasa (p=0,007), sosial (p<0,001), motorik kasar (p=0,014) dan masalah perilaku internalisasi (p<0.001). Pertumbuhan prenatal anak-anak dengan hemihipertrofi normal, kecuali pada anak perempuan dengan hemihipertrofi komplek (p=0.022) yang cenderung meningkat.Kesimpulan. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada umumnya normal. Keterlambatan perkembangan dapat terjadi pada anak hemihipertrofi yang berhubungan dengan sindrom atau disertai abnormalitas otak.