This Author published in this journals
All Journal Agroteknika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang Bangun dan Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Tetes Tenaga Surya untuk Budidaya Cabai Berkelanjutan Sari, Elok Kurnia Novita; Wijaya, Rizza; Nurcahyanti, Ira; Ulum, Sahrul
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.595

Abstract

Permasalahan keterbatasan ketersediaan air dan tingginya biaya energi untuk irigasi menjadi tantangan utama dalam budidaya cabai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem irigasi tetes berbasis solar cell sebagai solusi efisiensi penggunaan air dan energi terbarukan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas panel fotovoltaik, pompa DC, controller dengan timer otomatis, jaringan pipa lateral, serta emitter tetes yang terhubung pada setiap polybag tanaman cabai. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai diperlukan pompa dengan kapasitas 0,2 hp, panel surya 26,3 WP, Solar charge controller 30 A dan baterai dengan daya 67,5 watt. Pengujian debit air pada pompa dapat dikatakan mampu memenuhi kebutuhan air tanaman cabai dengan rata-rata debit yaitu 394,8 ml/menit untuk 48 tanaman. Parameter yang diamati meliputi debit emtter, kestabilan distribusi air, konsumsi energi, dan respon pertumbuhan tanaman cabai. Hasil rata – rata dari pengujian debit emitter 24 sampel tanaman menghasilkan nilai 197,4 ml selama 5 menit. Hasil Keseragaman air mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,01%, di mana nilai ini termasuk dalam kriteria sangat baik. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional hingga 100%, sehingga menekan biaya operasional. Pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan respon positif dengan tingkat kesegaran daun lebih baik dibandingkan dengan penyiraman manual. Dengan demikian, sistem irigasi tetes berbasis solar cell terbukti efektif, efisien, dan berpotensi mendukung budidaya cabai berkelanjutan di daerah dengan keterbatasan energi dan air.