Permasalahan sampah di Indonesia sampai saat ini masih menjadi permasalahan lingkungan yang terus berlanjut, karena volumenya yang terus meningkat dan tata kelola yang kurang serius. Di sisi lain, kebutuhan akan energi alternatif yang ramah lingkungan juga semakin mendesak. Teknologi pirolisis hadir sebagai solusi tepat guna, mengubah sampah plastik menjadi energi dengan residu minimal. Kelompok Agni, komunitas peduli lingkungan di desa Murangan, selama ini mengelola sampah secara konvensional dengan pemilahan sederhana, namun sebagian besar sampah masih berakhir di TPA atau dibakar terbuka. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim memperkenalkan penerapan teknologi pirolisis untuk mengelola sampah menjadi energi sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi perakitan reaktor pirolisis dengan kapasitas yang telah ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan skala komunitas. Selain itu, dilakukan pelatihan bagi anggota Kelompok Agni tentang cara memanfaatkan abu hasil pirolisis sebagai produk turunan, misalnya untuk media tanam. Untuk mendukung keberlanjutan, dibuat juga media edukasi berupa video dan poster yang berisi pentingnya pemilahan sampah, cara kerja pirolisis, dan manfaat energi hasilnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa reaktor pirolisis mampu beroperasi dengan baik dan menghasilkan bahan bakar cair serta abu yang dapat dimanfaatkan. Warga Kelompok Agni menunjukkan antusiasme dan memahami cara pengoperasian alat, pemanfaatan produk hasil pirolisis, serta pentingnya memilah sampah sejak rumah tangga. Kesimpulannya, penerapan teknologi pirolisis di Kelompok Agni efektif sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, memberikan manfaat energi alternatif, nilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran lingkungan warga.