Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial budaya dalam cerita rakyat Sangihe serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra. Cerita rakyat dipandang sebagai media penting dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa dua cerita rakyat Sangihe, yaitu Tiga Kesatria dari Dagho dan Penyesalan Gumansalangi. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik pencatatan (note-taking) terhadap sumber-sumber relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) serta didukung oleh teori nilai sosial Talcott Parsons tentang empat fungsi dasar sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut mengandung berbagai nilai sosial budaya, antara lain keberanian, semangat, penghargaan terhadap diri sendiri, ketenangan hidup, kepatuhan, pantang menyerah, kegigihan, cinta damai, kasih sayang, keadilan, kebijaksanaan, kebaikan hati, pemberian nasihat, kesadaran akan kesalahan, menepati janji, patuh kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, kesabaran, keluhuran budi, dan sikap meminta maaf. Cerita rakyat Sangihe memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra di sekolah untuk membentuk karakter siswa, meningkatkan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, serta mengenalkan budaya lokal. Materi pembelajaran dapat mencakup analisis struktur cerita, identifikasi nilai-nilai sosial budaya, dan diskusi reflektif. Dengan demikian, cerita rakyat Sangihe dapat berperan penting dalam penanaman nilai-nilai sosial budaya dan penguatan karakter peserta didik sesuai dengan Kurikulum Merdeka.