Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Politeness Speech on Solidarity Scale-Based Manado Malay Speakers Thelma I. M. Wengkang; Thomas M. Senduk
Jurnal Lingua Idea Vol 12 No 1 (2021): June 2021
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2021.12.1.3545

Abstract

This study aims to describe the form and meaning of politeness speech on solidarity scale-based Manado Malay speakers. This study conducted in Manado city and used qualitative as a method. Observation and interviews were used as a technique of the study. The observation was used to observe the speakers of Manado Malay in using polite speech in daily social activities, whereas an interview was used by the researcher to questioning the informant about the use of polite speech in social interaction. This technique is complemented with listening, proficient, and note-taking techniques. The researcher plays a role as a key instrument who collects and analyzes the data. The source of data is the native speakers of Manado Malay who do interact in various places. Three informants who master Manado Malay were chosen. Techniques of analyzing data consist of 1) data reduction, simplified data collection, 2) data presentation, simplified data presented, categorized based on form and meaning, 3) verification, the data that has been presented were checked once more to ensure the accuracy according to the expected data, 4) conclusions, answering the predetermined problem formulations. The results showed that the social dimension, especially the solidarity scale, is a consideration for Manado Malay speakers in realizing polite speech, as well as when to use informal variants and when to use formal ones. The relationship among speakers has made them create the appropriate language choices, but language ethics that embody politeness remain a consideration. In various social interactions, occupations, religious meetings, associations, and family interactions, it turns out that Manado Malay people realize the politeness of speaking by changing command sentences into declarative sentences and asking along with the use of a flat intonation when speaking. The consideration of solidarity is the reason they speak politely, in addition to the status and formality scale.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR BERBASIS DARING SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 DUMOGA Ivanda Dewinta Modundo; Thelma M. Wengkang; Wimsje R. Palar
KOMPETENSI Vol. 2 No. 04 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36582/kompetensi.v2i04.4801

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Dumoga dalam menulis teks prosedur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam dalam penelitian ini ialah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Dumoga yang berjumlah 30 siswa. Untuk mengumpulkan data maka digunakan teknik tes dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 4 Dumoga tergolong mampu karena memeroleh nilai ratarata 80%. Hasil analisis data berupa siswa yang tergolong sangat mampu ada 10 orang, siswa yang tergolong mampu ada 17 orang, siswa yang tergolong cukup mampu ada 2 orang, siswa kurang mampu ada 1 orang. Dari aspek penilaian penulisan teks prosedur didapatkan nilai rata-rata kemampuan menulis teks prosedur yaitu 80%.
KAJIAN UNSUR INTRINSIK NOVEL I AM SARAHZA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Serina Mokoginta; Wimsje Palar; Thelma I M Wengkang
KOMPETENSI Vol. 2 No. 8 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji unsur intrinsik pada Novel I Am Sarahza yaitu tema, tokoh, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat serta implikasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah. Objek kajian yang menjadi sumber data pada penelitian ini adalah novel, dengan judul dan pengarang seperti yang tercantum di judul. Setiap novel tentunya memiliki unsur-unsur pembentuk salah satunya yaitu unsur intrinsik. Unsur dasar dari sebuah karya sastra yaitu unsur intrinsik, dan berasal dari karya itu sendiri. Tema, plot, tokoh, penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat adalah bagian dari unsur intrinsik. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan teori struktural untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik. Bagian akhir skripsi atau kesimpulan merupakan hasil analisis dari unsur-unsur intrinsik yang diperoleh pada Novel I Am Sarahza. Tema yang diperoleh pada novel ini yaitu religius. Tokoh yang diproleh pada novel ini adalah Hanum, Rangga, Sarahza (roh), Amin Rais, Ibu Amin Rais, Ummy. Alur yang dipakai menggunakan alur campuran maju-mundur. Latar yang digunakan yaitu latar tempat dan social yang bertema luar negeri dan perkotaan sedangkan sudut pandang yang diperoleh adalah menggunakan tiga sudut pandang dari tiga tokoh yang berbeda.
Politeness Speech on Solidarity Scale-Based Manado Malay Speakers Thelma I. M. Wengkang; Thomas M. Senduk
Jurnal Lingua Idea Vol 12 No 1 (2021): June 2021
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2021.12.1.3545

Abstract

This study aims to describe the form and meaning of politeness speech on solidarity scale-based Manado Malay speakers. This study conducted in Manado city and used qualitative as a method. Observation and interviews were used as a technique of the study. The observation was used to observe the speakers of Manado Malay in using polite speech in daily social activities, whereas an interview was used by the researcher to questioning the informant about the use of polite speech in social interaction. This technique is complemented with listening, proficient, and note-taking techniques. The researcher plays a role as a key instrument who collects and analyzes the data. The source of data is the native speakers of Manado Malay who do interact in various places. Three informants who master Manado Malay were chosen. Techniques of analyzing data consist of 1) data reduction, simplified data collection, 2) data presentation, simplified data presented, categorized based on form and meaning, 3) verification, the data that has been presented were checked once more to ensure the accuracy according to the expected data, 4) conclusions, answering the predetermined problem formulations. The results showed that the social dimension, especially the solidarity scale, is a consideration for Manado Malay speakers in realizing polite speech, as well as when to use informal variants and when to use formal ones. The relationship among speakers has made them create the appropriate language choices, but language ethics that embody politeness remain a consideration. In various social interactions, occupations, religious meetings, associations, and family interactions, it turns out that Manado Malay people realize the politeness of speaking by changing command sentences into declarative sentences and asking along with the use of a flat intonation when speaking. The consideration of solidarity is the reason they speak politely, in addition to the status and formality scale.
CAMPUR KODE KOSA KATA BAHASA BANGGAI TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM KERUKUNAN MONTOLUTUSAN MAHASISWA DAN PELAJAR PAU BANGGAI KEPULAUAN YANG ADA DI TONDANO Meriyawati Lania; Oldie S. Meruntyu; Thelma I. M. Wengkang
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian campur kode secara umum merupakan bagian keilmuan oleh sosiolinguistik dan membuka peluang untuk peneliti mempelajari segala yang terjadi dalam percakapan pada umumnya dalam situasi yang cenderung mencampurkan kedua bahasa yakni bahasa Ibu bahasa Banggai. Campur kode dapat dikaji dari berbagai sudut pandang seperti bentuk, tempat terjadi, pola fungsi dan tujuan campur kode itu sendiri. Campur kode yang terjadi dalam percakapan anggota rukun misalnya, begitu sering terjadi dengan jenis campur kode yang bermacam-macam dalam suatu tindak komunikasi. Campur kode sering kali terjadi disuatu tempat yang di dalamnya terdapat berbagai etnis, suku, budaya, bahasa, dan ragam budaya, salah satu fenomena yang terjadi adalah di banggai kepulauan misalnya, dalam skala wilayah banyak mahasiswa dari luar yang menuntut ilmu di universitas yang ada di tondano yang berasal dari banggai dalam posisi ini mereka membawa ciri khas masing-masing daerah baik suku, bahasa, agama maupun sosial dan budaya. Kondisi ini mengharuskan mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan dimana ia tinggal sementara ia harus menuntut ilmu. Hal ini karena mahasiswa tersebut akan bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain yang beraneka ragam. Misalnya, pau lipu banggai Kepulauan yang berkuliah di Unima Tondano, yang berasal dari Banggai Kepulauan harus tetap beradaptasi karena masing-masing individu mempunyai ciri khas yang berbeda. Salah satu bentuk interaksi dan komunikasi pau pelajar Banggai tidak hanya menggunakan bahasa nasional saja yaitu bahasa Indonesia, tetapi juga menggunakan bahasa daerah (bahasa ibu) masing-masing.Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan campur kode kosa kata bahasa Banggai dalam penggunaan Bahasa Indonesia di kerukunan Montolutusan Mahasiswa dan Pelajar Pau Banggai Kepulauan. (2) Mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode kosa kata bahasa Banggai dalam penggunaan Bahasa Indonesia di kerukunan Montolutusan Mahasiswa dan Pelajar Pau Banggai Kepulauan.
KEMAMPUAN MENYIMAK TEKS BERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUALSISWA KELAS VIII SMP SATAP NEGERI 1 NANUSA Susan Binambuni; Thelma I. M. Wengkang; Theresye Wantania
KOMPETENSI Vol. 3 No. 1 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan. Tujuan studi tindakan kelas ini adalah untuk mengatasi masalah keterampilan mendengarkan. Karena masih banyak guru yang takut menggunakan media tersebut, maka situasi sebenarnya yang ada di kalangan siswa kelas VIII di SMP Satap Negeri 1 Nanusa masih kurang. Media audio visual serta taktik kerja kelompok digunakan. Penelitian ini diawali dengan hasil fundamental dan dua siklus. Efektivitas setiap siklus diukur dengan mengamati dan mengukur aktivitas dengan dua cara: evaluasi produk dan evaluasi proses. Sedangkan data hasil kapasitas mendengarkan metode kerja kelompok melalui media audio visual dianalisis dengan mendeskripsikan nilai rata-rata siklus untuk mencapai taraster pembelajaran sebesar 75%. Pada pengamatan pertama, rata-rata hasil kelas sebesar 69,44 persen, dan rata-rata kemampuan menyimak pada siklus I sebesar 75,125 persen, namun sebesar 87,50 persen pada siklus II. Berdasarkan hasil 1 dan 2, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Kemampuan mendengarkan menggunakan proses kerja kelompok media audio visual di kelas VIII SMP Satap Negeri 1 Nanusa cukup baik; dan (2) Penggunaan media audio visual dalam meningkatkan kapasitas mendengarkan sangat berhasil.
SIKAP PEMERAN UTAMA DALAM FILM THE GREATEST SHOWMAN KARYA MICHAEL GRACEY DAN IMPLIKASINYA PADA PENDIDIKAN KARAKTER Irana Dewi Supomo; Thelma I. M. Wengkang; Viktory N. J. Rotty
KOMPETENSI Vol. 3 No. 03 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan sikap pemeran utama dalam film The Greatest Showman karya Michael Gracey serta implikasinya terhadap pendidikan karakter di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan film The Greatest Showman karya Michael Gracey sebagai sumber data utamanya. Data yang diperoleh dengan teknik simak dan catat (note-taking) kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek perubahan sikap pemeran utama: kognitif, afektif, dan konatif. Film ini memiliki beberapa pesan yang penting bagi pendidikan karakter: keteguhan dalam menggapai mimpi, semangat kekeluargaan, tidak memandang rendah orang lain, berpikir kreatif adalah hal penting untuk mewujudkan cita-cita, dan tidak menjadi serakah karena sukses. Film ini mencerminkan 3 nilai pendidikan karakter: integritas, mandiri, dan bertanggungjawab. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa film ini sangat bermanfaat bagi siswa tingkat SMP sebagai sarana pendidikan karakter. Pesan yang tercermin dalam perubahan sikap pemeran utama film tersebut dapat memberikan motivasi dan semangat dalam menggapi dan memujudkan cita-cita seseorang.
SIKAP GENERASI MUDA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA BALI PADA MASYARAKAT DESA WERDHI AGUNG KECAMATAN DUMOGA TENGAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Ni Luh Wati Asih; Oldie Stevie Meruntu; Thelma I.M. Wengkang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 6 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan sikap generasi muda terhadap penggunaan bahasa Bali pada masyarakat Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu remaja yang berada di Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan angket. Analisis data dilakukan dalam 2 tahapan: analisis statistik deskriptif terhadap hasil angket dan analisis data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahw remaja Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow masih merasa sangat bangga terhadap bahasa Bali yang digunakan untuk berkomunikasi, dan juga sangat bangga jika masyarakat luar mau mempelajari dan menggunakan bahasa Bali. Mereka juga menunjukkan sikap sangat bangga terhadap bahasa Bali untuk dilestarikan dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Hasil temuan juga menunjukkan bahwa mereka sangat tidak setuju jika penggunaan bahasa Bali dianggap ketinggalan zaman dan sangat tidak setuju jika generasi muda tidak perlu ikut campur terhadap masyarakat luar yang mengolok-olok bahasa Bali. Pengaruh lingkungan dan kasta masih menjadi acuan masyarakat dalam menggunakan dan melestarikan bahasa Bali di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow.
ALIH KODE PENGGUNAAN BAHASA MAMASA KE DALAM BAHASA INDONESIA OLEH MAHASISWA UNIMA ASAL KABUPATEN MAMASA Fajarwati Enjelika; Wimsje Revlin Palar; Thelma I. M. Wengkang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 10 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i10.6733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena alih kode bahasa yang terjadi pada mahasiswa UNIMA asal Kabupaten Mamasa, khususnya dalam penggunaan bahasa Mamasa dan bahasa Indonesia, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi alih kode bahasa ini. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pendekatan yang melibatkan teknik penyadapan, Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), perekaman, dan pencatatan. Data diperoleh melalui diskusi lisan di kalangan mahasiswa Unima asal Kabupaten Mamasa, dengan fokus pada konversi penggunaan bahasa Mamasa ke bahasa Indonesia. Temuan penelitian mengindikasikan variasi bentuk alih kode, termasuk penggunaan kata, frasa, klausa, dan kalimat. Faktor-faktor yang memengaruhi alih kode meliputi tujuan komunikasi, seperti menjelaskan, menanyakan, memberitahu, dan menyarankan sesuatu. Alih kode bahasa Mamasa ke bahasa Indonesia dalam konteks ini dapat dikategorikan sebagai alih kode internal dan merupakan bagian dari alih kode antarbahasa.
PEMERTAHANAN BAHASA PONOSAKAN PADA KALANGAN REMAJA DI DESA BELANG KECAMATAN BELANG Gamar N. Manoso; Thelma I. M. Wengkang; Intama J. Polii
KOMPETENSI Vol. 4 No. 1 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa Ponosakan di kalangan remaja di Desa Belang, Kecamatan Belang. Penelitian ini juga dirancang untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi menurunnya penggunaan bahasa Ponosakan pada kalangan remaja di Desa Belang, Kecamatan Belang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara dilakukan terhadap remaja yang tinggal di Desa Belang sebagai informan, yang kedua teknik observasi dengan mengamati penggunaan bahasa Ponosakan pada kalangan remaja yang menggunakan bahasa Ponosakan di Desa Belang, dan terakhir teknik angket dengan memberi daftar pertanyaan yang akan diisi oleh informan. Penelitian ini dilakukan pada 10 remaja di Desa Belang. Hasil penelitian ini menunjukan bahasa Ponosakan masih bertahan dengan persentase 40% dari 10 informan. Sementara itu, pergeseran dengan parsentase 60% dari 10 informan. Adapun faktor yang mempengaruhi pemertahanan bahasa Ponosakan adalah globalisasi, kebijakan pemerintah, sumber daya manusia perkawinan campuran dan migrasi, ketiadaan Aksara, Bahasa Ponosakan tidak memiliki aksara bahasa tersendiri.