Pendidikan yang berabsis kearifan lokal ini menghadapi bermacam cobaan yang datang dari kebudayaan luar yang tidak selalu baik baginya Selain itu, manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan, baik di bidang spiritual maupun materil. Untuk itu, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam upacara adat Mane’e di Kepulauan Talaud, khususnya di Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa dan mendeskripsikan pengaruh nilai moral dalam upacara adat Mane’e terhadap pembelajaran sastra. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk meresapi makna dan konteks dari tradisi tersebut. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa upacara mane’e menyimpan berbagai nilai moral, seperti solidaritas, penghormatan terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan kesadaran ekologis. Nilai-nilai tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Kakorotan, tetapi juga menjadi pedoman dalam interaksi sosial sehari-hari. Dari penelitian ini, dihasilkan implikasi yang menekankan pentingnya memasukkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam upacara mane’e ke dalam kurikulum pembelajaran sastra. Dengan begitu, siswa dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang ada, serta menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.