Media sosial Instagram dan TikTok telah menjadi bagian integral kehidupan remaja dengan potensi dampak negatif terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan kedua platform tersebut terhadap tingkat kecemasan sosial siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 175 siswa yang dipilih melalui teknik probability dengan random sampling. Data dikumpulkan pada bulan Juni menggunakan kuesioner Social Media Use Integration Scale (SMUIS) untuk mengukur intensitas penggunaan dan Liebowitz Social Anxiety Scale-Self Report (LSAS-SR) untuk menilai kecemasan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,3% responden memiliki intensitas penggunaan sedang dan 39,4% tinggi. Sebanyak 62,3% siswa mengalami kecemasan ringan, namun 25,2% termasuk dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan kecemasan (r) 0,172 dengan p-value 0,023. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengaruhnya kecil, penggunaan Instagram dan TikTok yang berlebihan berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan sosial pada remaja. Implikasi penelitian ini mendorong perlunya program literasi digital di sekolah untuk mempromosikan penggunaan media sosial yang sehat.