Penelitian ini bertujuan (1)untuk mengetahui bagaimana pelakasanaan progam masa I’dad kelas persiapan (2)untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan masa I’dad (3)menjelaskan pencapaian target hafalan Al-Qur’an melalui pelaksanaan program Masa I’dad yang ditujukan untuk santri baru di Pondok Pesantren Baitul Abidin Darussalam, Kalibeber, Wonosobo. Masa I’dad merupakan tahap awal pelatihan yang berfokus pada meningkatkan keterampilan membaca, membiasakan disiplin, serta mempersiapkan mental dan spiritual sebelum santri melanjutkan ke program tahfidz yang lebih mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek yang terdiri dari ketua PSB, dewan pembina, ustadzah tahfidz/badal, dan santri baru yang berpartisipasi dalam program tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Masa I’dad dilaksanakan dengan terstruktur melalui sistem karantina, pendampingan yang intensif, pembiasaan muroja’ah, dan evaluasi secara berkala. Target hafalan ditentukan berdasarkan kemampuan awal santri, dengan kelas A dan B masing-masing menangani 4 juz, sedangkan kelas C menangani 2 juz dalam waktu sekitar enam bulan. Sebagian besar santri berhasil mencapai target hafalan dengan baik, meskipun ada beberapa tantangan seperti variasi dalam kemampuan dasar, kebosanan, dan penyesuaian lingkungan. Program Masa I’dad telah terbukti efektif dalam mempersiapkan akademik, disiplin, dan pencapaian hafalan santri baru, sehingga menjadi dasar penting untuk kelanjutan program tahfidz di pesantren.