Anni Zulfatun Ni’mah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN AKHLAK KEPADA GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN ADAB BELAJAR SISWA Anni Zulfatun Ni’mah; Agung Nugrahaning Gusti; Nur Farchatun Nafisah; Rendi Wahidin; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akhlak kepada guru dalam meningkatkan kedisiplinan dan adab belajar siswa. Latar belakang penelitian dimulai dari fenomena menurunnya adab peserta didik terhadap guru, seperti kurang sopan dalam berbicara, tidak menghargai guru saat pembelajaran, serta minimnya kepatuhan terhadap aturan kelas dan sekolah. Padahal dalam perspektif pendidikan Islam, akhlak merupakan fondasi utama keberhasilan proses menuntut ilmu, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, hadis, serta pandangan ulama seperti Al-Ghazali dan Ibnu Hazm yang menekankan kewajiban memuliakan guru sebagai bagian dari adab penuntut ilmu. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku-buku pendidikan Islam, referensi tentang pendidikan karakter, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta karya ilmiah lainnya yang memiliki relevansi Peran Akhlak kepada Guru dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Adab Belajar Siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak murid kepada guru memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan dan kualitas adab belajar siswa. Sikap hormat kepada guru melahirkan kepatuhan terhadap aturan pembelajaran, perhatian yang baik saat proses belajar mengajar, serta motivasi yang lebih kuat untuk menuntut ilmu. Selain itu, guru akidah akhlak memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan penasihat yang berkontribusi dalam pembentukan karakter dan kebiasaan positif siswa. Implementasi nilai-nilai akhlak di sekolah dapat dilakukan melalui penguasaan materi, metode pengajaran yang tepat, pembiasaan ibadah, serta evaluasi berkelanjutan. Kajian ini menegaskan bahwa kedisiplinan siswa tidak hanya terbentuk melalui aturan, melainkan melalui internalisasi akhlak mulia, terutama adab kepada guru yang mencakup penghormatan, sopan santun, mengikuti arahan, dan menjaga etika dalam proses belajar. Dengan demikian, pendidikan akhlak yang terintegrasi dengan keteladanan guru merupakan faktor penting dalam menumbuhkan karakter disiplin dan beradab pada siswa.
PENGUASAAN TAJWID DAN TAHSIN AL-QUR'AN MELALUI PEMBELAJARAN KITAB TUHFATUL ATFAL  DI PONDOK PESANTREN MA'HAD MAMBA'UL QUR'AN MUNGGANG KALIBEBER WONOSOBO Fatkhurrohman; Anni Zulfatun Ni’mah; Aida Fitria; Nafisa Salma Affa; Rendi Wahidin; Rizky Ramadan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tajwid dan tahsin Al-Qur’an melalui Kitab Tuḥfatul Aṭfal. 2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat penguasaan tajwid dan tahsin Al-Qur'an santri. 3)  Mengetahui ketercapaian  penguasaan tajwid dan tahsin Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Ma’had Mamba’ul Qur’an Munggang Kalibeber Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek meliputi lurah/ketua pondok, ustadzah pengampu, dan santri, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah:1) Pembelajaran Kitab Tuhfatul Atfal menggunakan metode lagu untuk menghafal nadhom, dan diterapkan metode talaqqi dan talqin dalam penyampaian materi. Pembelajaran dijalankan sesuai tahapan yang direncanakan dan berlangsung dengan baik. 2) Faktor pendukung pembelajaran meliputi motivasi belajar santri, kurikulum yang terstruktur, kompetensi ustadzah, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan awal membaca Al-Qur’an, kelelahan santri, dan keterbatasan waktu. 3) Hasil penguasaan tajwid dan tahsin Al-Qur’an santri tergolong baik, ditandai dengan sebagian besar memperoleh nilai ≥ 70 dengan rata-rata kelas sekitar 85, serta kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik sesuai kaidah tajwid.