Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Systematic Literature Review; Pengaruh Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Dewasa dan Lansia Terhadap Efek Terapi Obat Anti Tuberkulosis Syafala Wijaya, Neri Langgam; Fadila, Mellyca Sekar; Nurasifa, Nurasifa; July, July; Sulaeman, Fadel Reza
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.2953

Abstract

Indonesia menduduki peringkat ketiga paling tinggi di dunia pada total permasalahan TB, yang terus menjadi ancaman kesehatan global yang mematikan. Terapi kombinasi obat antituberkulosis (OAT) diperlukan untuk pengobatan tuberkulosis, dan obat ini harus dikonsumsi selama waktu yang lama, yaitu minimal enam bulan. Salah satu masalah utama dengan pengobatan ini adalah kecenderungan pasien untuk berhenti minum obat sebelum waktunya. Ketidakpatuhan ini dapat menyebabkan kegagalan terapi, penyakit kambuh, dan resistensi obat. Studi ini bertujuan untukĀ  mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien terhadap OAT dan bagaimana aspek demografi, berupa umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan memengaruhi keberhasilan terapi. Teknik yang dipakai ialah Sistematik Tinjauan Literatur (Systematic Literature Review/SLR) terhadap bermacam publikasi nasional dan internasional dari tahun 2019 hingga 2024. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis memakai uji Chi-Square untuk menguji signifikansi korelasi antar-variabel. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa umur, jenis kelamin, pendidikan, dan kepatuhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil terapi (p<0,001). Secara khusus, pasien yang lebih muda, laki-laki, dan berpendidikan tinggi cenderung mencapai hasil pengobatan yang lebih baik. Namun, kepatuhan dalam mengonsumsi obat terbukti menjadi faktor paling penting yang menentukan pasien sembuh dan tuntas menjalani terapi. Karena itu, edukasi dan pendampingan yang intensif kepada pasien sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas pengobatan TB secara keseluruhan.