Amaliyah, Intan Nur Fauziyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Malakah To Deep Learning: Contextualizing Ibn Khaldun For Modern Educational Practice Amaliyah, Intan Nur Fauziyah; Fahmi, Muhammad; Munawwaroh, Siti Nafilatul
el-Tarbawi Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal el-Tarbawi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tarbawi.vol18.iss2.art7

Abstract

This study aims to examine Ibn Khaldun's concept of malakah in relation to the philosophy of deep learning based on the principles of mindful, meaningful, and joyful learning. The study is motivated by the need for an educational approach that emphasizes depth of understanding, critical reflection, and character building. Using comparative literature review method, this study draws primarily on the Muqaddimah as it main source and analyze it through systematic comparison with contemporary deep learning framework. Data were analyzed using content analysis techniques involving stages of data reduction, theme categorization, and comparative interpretation. The results of the study indicate a strong conceptual convergence between malakah and deep learning, especially in the process of internalizing knowledge through sustained practice, guided repetition, and reflective dialogue. This study contributes by proposing malakah-Deep Learning Integration, a synthetic framework that maps the integration of cognitive, affective, and psychomotor, and connects the spiritual-moral dimensions of malakah with the development of 21st-century competencies associated with deep learning. This framework provides a philosophical-pedagogical foundation of more holistic and contextually grounded model of Islamic education. This study recommends further empirical studies to examine the practical effectiveness of this conceptual framework in educational settings.
Pembelajaran PAI Berbasis Masalah dengan Pendekatan Deep Learning untuk Melatihkan Metakognitif Amaliyah, Intan Nur Fauziyah; Saepul Hamdani, Asep
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4395

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih dominan bersifat teacher-centered, hafalan, dan kurang mendorong berpikir reflektif serta metakognitif peserta didik. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan integratif antara sintaks Problem-Based Learning (PBL) dan dimensi deep learning (mindful, meaningful, joyful) untuk merumuskan model konseptual pembelajaran PAI yang mampu melatih kemampuan metakognitif. Metode yang digunakan adalah integrative literature review: pencarian literatur purposif pada basis data akademik dan buku relevan dalam 5–10 tahun terakhir, diikuti analisis konten untuk mengidentifikasi tema utama, membandingkan temuan, dan menyintesis model konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL menyediakan konteks investigatif yang menuntut perencanaan, pemantauan, dan evaluasi diri, sedangkan dimensi deep learning memperkaya kualitas keterlibatan, mindful meningkatkan kesadaran proses, meaningful mengaitkan dalil dengan pengalaman, dan joyful menciptakan kondisi emosional positif untuk dialog dan refleksi. Integrasi PBL-deep learning memfasilitasi munculnya praktik tafakkur, tadabbur, dan muhasabah yang sejalan dengan regulasi metakognitif dalam PAI. Kesimpulannya, model konseptual PBL dan Deep Learning menawarkan kerangka pedagogis yang koheren untuk mengembangkan metakognisi religius dan kognitif peserta didik; implikasinya meliputi perlunya desain tugas autentik, prompt metakognitif, jurnal reflektif, dan mekanisme umpan balik sejawat dalam implementasi pembelajaran PAI. Model ini masih memerlukan pengujian empiris untuk mengukur efektivitasnya di kelas dan pengembangan instrumen penilaian metakognitif yang memasukkan dimensi reflektif-spiritual.