Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pit Viper Venom-Induced Coagulopathy: Mandatory Antivenom, Avoidance of Anticoagulants, and Selective Transfusion Indrayani, Made; Andriyasa, I Ketut; Nugraha, Putu Arya; Widiastika, Made; Kluniari, Ni Made Nova Andari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.62728

Abstract

Venom-induced consumption coagulopathy (VICC) is a life-threatening complication following pit viper bites and remains a significant health concern in Southeast Asia. VICC has a distinct pathophysiology compared to typical disseminated intravascular coagulation (DIC), requiring a tailored management approach. This case highlights the successful treatment of severe VICC following a red-tailed green viper bite. A 64-year-old woman presented with left hand swelling three days after a red-tailed green viper bite to the wrist. She also had vomiting and fever on first day. She was alert and hemodynamically stable. Laboratory tests revealed severe thrombocytopenia (50 x 10³/μL), markedly elevated D-dimer (>10,000 ng/mL), and prolonged coagulation times. Complications included acute kidney injury, elevated liver enzymes, and gross hematuria. She received an initial dose of 2 vials of antivenom with close monitoring. As her coagulopathy progressed, additional antivenom was administered every 8 hours. Her condition began improving on day five without requiring blood transfusion. Unlike typical DIC, VICC should be managed primarily with antivenom, which neutralizes circulating venom and halts further coagulopathy. Anticoagulants are contraindicated, as pit viper venom contains both procoagulant and anticoagulant components that can worsen bleeding. The use of blood products in VICC is selective and symptom-based. Fresh frozen plasma (FFP) may be considered in patients with active bleeding or severe coagulopathy, thrombocyte concentrate (TC) is indicated if thrombocytopenia persists despite adequate antivenom, and packed red cells (PRC) are reserved for life-threatening anemia. VICC is a distinct coagulopathy requiring prompt antivenom administration, careful avoidance of anticoagulants, and judicious use of transfusions.
Tantangan Diagnosis Tuberkulosis Peritonial dengan Peningkatan Penanda Tumor CA-125 pada Pasien Imunokompeten: Sebuah Laporan Kasus Indrayani, Made; Nugraha, Putu Arya; Widiastika, Made; Pramarta, Dwiputra Yogi; Kluniari, Ni Made Nova Andari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64136

Abstract

Tuberkulosis (TB) peritonial merupakan bentuk TB ekstra paru yang sering menimbulkan kesulitan diagnostik karena manifestasi klinisnya tidak spesifik dan dapat menyerupai keganasan intra-abdomen, terutama kanker ovarium dengan peningkatan penanda tumor CA-125. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tantangan diagnostik TB peritonial pada pasien imunokompeten dengan peningkatan CA-125 serta mengidentifikasi karakteristik klinis dan penunjang yang mendukung diagnosis. Metode yang digunakan adalah laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 25 tahun dengan keluhan nyeri perut, asites, demam, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, dan analisis cairan asites. Hasil menunjukkan adanya peningkatan CA-125, temuan radiologis yang mengarah pada TB paru dan TB peritonial, serta kadar adenosin deaminase (ADA) yang tinggi pada cairan asites tanpa ditemukan sel ganas. Pasien mendapatkan terapi OAT dan menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan. Kesimpulannya, diagnosis TB peritonial tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu parameter seperti CA-125, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan berbagai temuan klinis dan penunjang untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan mencegah kesalahan terapi.