Kesiapan kerja merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan organisasi atau pemberi kerja serta tolak ukur dari SDM yang kompetitif. Pendidikan vokasi yang digadang-gadang bertujuan untuk mencetak SDM yang siap kerja justru terbantah oleh data yang ditemukan bahwa SMK merupakan pencetak Tingkat Pengangguran Tertinggi (TPT) per November Tahun 2024 sebesar 9,01%. Di lingkungan pegruruan tinggi, terdapat komponen bagian dari kurikulum yang dilaksanakan untuk membentuk kesiapan kerja mahasiswa salah satunya adalah program magang. Pengalaman magang di Polimarin disinyalir menjadi salah satu faktor penguat kesiapan kerja di kalangan mahasiswanya, selain itu faktor lain seperti Self-Efficacy juga disebut-sebut berpengaruh terhadap kesiapan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pengalaman magang terhadap kesiapan kerja di kalangan mahasiswa Polimarin yang diduga dimoderasi oleh Self-Efficacy, pengalaman magang yang diteliti dalam hal ini adalah clear goals, university support, workplace support, dan generic competencies. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori, teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei melalui kuesioner tertutup, dengan teknik sampling berupa simple random sampling dan diperoleh sampel sejumlah 112 mahasiswa Polimarin dari tahun angkatan 2020 sampai dengan tahun angkatan 2023 yang sedang atau sudah melaksanakan praktik magang. Analisa data menggunakan analisis Structural Equaton Modeling (SEM) yang memungkinkan peneliti untuk menguji moddel moderasi yang sederhana. Hasil temuan menunjukkan bahwa clear goals, university support, workplace support, dan generic competencies berpengaruh positif terhadpa kesiapan kerja, sedangkan self-efficacy tidak terbukti memoderasi pengaruh antara generic competencies terhadap kesiapan kerja.