Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah melahirkan ruang interaksi bagi penggemar K-Pop untuk mengekspresikan diri melalui praktik roleplaying idola. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi arena pembentukan dan negosiasi identitas diri secara virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses interaksi simbolik dalam aktivitas roleplayer K-Pop di Instagram melalui fitur feed, story, dan direct message (DM) dalam membentuk konstruksi identitas diri virtual para anggotanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi daring, dokumentasi digital, serta wawancara terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead yang meliputi konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa roleplayer memanfaatkan simbol-simbol khas fandom seperti bahasa, emoji, dan aturan IC/OOC sebagai media komunikasi yang membentuk makna bersama. Interaksi sosial yang terjadi secara berulang mendorong terbentuknya identitas diri yang bersifat cair, reflektif, dan bergantung pada pengakuan komunitas. Identitas virtual roleplayer tidak bersifat statis, melainkan terus dinegosiasikan melalui umpan balik sosial dan norma komunitas yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik roleplaying K-Pop di Instagram berperan penting dalam proses eksplorasi dan konstruksi identitas diri remaja di ruang digital.